Sunday, February 1, 2026
spot_img

Ketua Bidang Infokom MUI Sumut Dorong Optimalisasi Podcast sebagai Sarana Dakwah dan Informasi Publik

Simalungun, muisumut.or.id — 23 November 2025 — Usai menjadi narasumber dalam kegiatan Komisi Informatika dan Komunikasi (Infokom) MUI Kabupaten Simalungun, Ketua Bidang Infokom MUI Provinsi Sumatera Utara, Dr. H. Akmaluddin Syahputra, M.Hum, memberikan sejumlah arahan strategis terkait penguatan peran media digital sebagai sarana dakwah dan layanan informasi bagi masyarakat.

Kehadiran beliau dalam program podcast Infokom MUI Simalungun disambut hangat oleh tim dan para pengelola. Dalam sesi bincang santai tersebut, Dr. Akmaluddin mengapresiasi langkah MUI Simalungun yang mulai mengembangkan podcast sebagai wadah dakwah dan penyebaran informasi digital.
Walaupun baru dimulai, tidak ada kata terlambat untuk berbuat baik. Podcast adalah sarana penting untuk menyampaikan pesan, kegiatan, dan peran MUI kepada masyarakat,” ujarnya.

Podcast sebagai Pusat Informasi Umat

Menurutnya, peran Infokom sangat strategis karena menjadi penyambung informasi antara MUI, masyarakat, dan pemerintah. Ia menekankan bahwa podcast bukan hanya ruang ceramah, tetapi kanal resmi yang dapat mengemas informasi kelembagaan, dakwah hukum Islam, hingga edukasi publik.
Infokom itu penyambung lidah umat. Podcast bisa menjadi pusat informasi, bukan sekadar tempat bertanya dan menjawab, tetapi juga menyampaikan kegiatan MUI dan kondisi masyarakat,” jelasnya.

Ia juga menegaskan bahwa model dakwah digital seperti podcast memiliki keunggulan karena terdokumentasi dengan baik, dapat diedit, dan dapat ditonton kapan saja—membuatnya lebih relevan dengan kebutuhan masyarakat masa kini.

Penguatan Fatwa sebagai Ruh MUI

Dalam pesan berikutnya, Dr. Akmaluddin menekankan pentingnya memanfaatkan podcast untuk membahas fatwa-fatwa MUI, baik tingkat kabupaten, provinsi, maupun pusat.
Ruh MUI itu salah satunya fatwa. Di sini bisa dibahas fatwa per pekan, digilir temanya. Semakin sering diulang, semakin kuat pemahamannya,” terangnya.

Ia menambahkan bahwa masyarakat mengakses fatwa melalui berbagai preferensi; ada yang membaca di website, ada yang menonton penjelasan panjang di kanal YouTube, dan ada yang lebih menyukai konten pendek. Karena itu, diversifikasi konten sangat dibutuhkan.

Peran MUI sebagai Penjembatan Masyarakat dan Pemerintah

Dalam perbincangan tersebut, Dr. Akmaluddin juga menggambarkan peran MUI sebagai khādimul ummah wa shadīqul ḥukūmah pelayan umat dan mitra pemerintah. Ia menekankan bahwa MUI harus mampu menjembatani aspirasi masyarakat dengan kebijakan pemerintah berdasarkan prinsip-prinsip Islam.
“Kadang pemerintah maunya A, masyarakat maunya B. Di situlah ulama mengharmonisasikan. Jika A yang benar menurut Islam, kita yakinkan masyarakat. Jika B yang benar, kita meyakinkan pemerintah,” tuturnya.

Menutup pertemuan, Dr. Akmaluddin mendorong agar podcast dijalankan secara rutin. Ia mencontohkan mengapa Allah mewajibkan wasiat takwa setiap Jumat untuk membangkitkan semangat yang mulai melemah.
Kalau podcast ini konsisten tiap minggu, masyarakat juga akan menunggu. Ketika tidak muncul, mereka bertanya: ‘Mana sapaan pekan ini?’” ucapnya.

Pengelola podcast MUI Simalungun menyampaikan rasa terima kasih dan kebanggaan atas kehadiran dan arahan dari Ketua Bidang Infokom MUI Sumut tersebut. Kehadiran beliau dinilai sebagai energi baru untuk memperkuat dakwah digital di wilayah Simalungun.

Related Articles

Stay Connected

4,203FansLike
3,912FollowersFollow
12,200SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles