muisumut.or.id-Batubara, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Utara, Dr. H. Maratua Simanjuntak, secara resmi membuka acara Musyawarah Daerah (Musda) ke IV MUI dan Pendidikan Tinggi Kader Ulama (PTKU) Kabupaten Batubara. Acara berlangsung di aula rumah dinas Bupati Batubara, Tanjung Gading Sei Suka, pada Rabu (4/10).
Turut hadir dalam acara tersebut sejumlah tokoh penting, antara lain Ketua MUI Sumut DR. H. Maratua Simanjuntak, Bupati Batubara Ir. H. Zahir MAP, Ketua DPRD Batubara Safii SH, Assisten II Kabupaten Batubara Rusian Herri, Kepala Kantor Kementerian Agama Batubara H. Sakoanda Siregar S.Ag, serta sejumlah pemimpin Pondok Pesantren dan perwakilan ormas Islam.
Dalam sambutannya, Dr. Maratua Simanjuntak menjelaskan bahwa MUI merupakan tenda besar bagi umat Islam yang berasal dari berbagai ormas Islam. Ia menekankan pentingnya kesatuan pikiran dalam menjalankan tugas sebagai pengurus MUI, agar tidak terjebak dalam kepentingan ormas dan fokus sepenuhnya pada kemajuan Islam.
“Kita harus Marhazun Fikri (satu pemikiran), sehingga MUI bisa lebih efektif dalam menjalankan tugasnya, terutama dalam menghadapi berbagai fenomena yang mengarah pada penyimpangan terhadap ajaran Islam,” ujar Maratua.
Lebih lanjut, Maratua Simanjuntak menegaskan bahwa banyak kegiatan umat Islam yang menyimpang dari ajaran Islam yang sebenarnya. Oleh karena itu, tugas berat Majelis Ulama adalah memberikan panduan dan pemahaman yang benar kepada umat Islam.
Sebelumnya, Bupati Batubara Ir. H. Zahir MAP juga memberikan sambutan. Ia mengapresiasi peran aktif MUI dalam menjalankan tugasnya di Kabupaten Batubara dan dalam kehidupan masyarakat. Zahir menyebutkan beberapa tugas yang harus dihadapinya dalam upaya menjaga moralitas dan ketertiban masyarakat, termasuk tindakan tegas seperti membongkar bangunan warung esek-esek di pinggir jalan.
“Banyak tugas yang saya hadapi, namun saya yakin bahwa MUI selalu ada bersama saya dalam menjaga moralitas dan keadilan,” ungkapnya.
Bupati Zahir juga berharap agar pengurus MUI Batubara yang akan datang dapat menyusun laporan yang lengkap tentang aktivitas MUI di daerah tersebut, sehingga semua tugas yang telah dilakukan dapat terekam dengan baik dan menjadi referensi dalam mengambil keputusan yang lebih baik di masa depan. (Yogo Tobing)






