Friday, February 13, 2026
spot_img

Ketua MUI Sumut Menjadi Keynote Speaker dan Buka Acara Multaqa Ulama II MPU Aceh dan MUI Sumatera Utara

muisumut.or.id., Banda Aceh, 29 Juli 2025, Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Utara, Dr. H. Maratua Simanjuntak, meenjadi keynote speaker sekaligus membuka acara Multaqa Ulama II yang diselenggarakan oleh Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh dan MUI Sumatera Utara di Banda Aceh pada 29 Juli 2025. Acara ini mengangkat tema “Menghempang Arus Paham dan Aliran Menyimpang di Nusantara” sebagai langkah strategis melindungi akidah umat Islam dari paham sesat.

Dalam sambutannya, Dr. Maratua menegaskan bahwa tugas MUI ada dua yaitu himayatul ummah (melindungi umat) dan shadiqul hukumah (menjadi mitra pemerintah). Oleh karena itu, MPU dan MUI harus bekerja sama dengan pemerintah dalam mengatasi perkembangan aliran dan paham sesat karena hal tersebut tidak hanya merusak akidah tetapi juga berpotensi mengganggu stabilitas masyarakat.

Buya Dr. Maratua juga menjelaskan bahwa MUI Pusat telah merumuskan 10 kriteria aliran dan paham sesat, diantaranya:

1). Mengingkari salah satu dari Rukun Iman atau Rukun Islam.
2). Meyakini dan/atau mengikuti aqidah yang tidak sesuai dengan Al-Qur’an dan Sunnah.
3). Meyakini turunnya wahyu setelah Al-Qur’an.
4). Mengingkari otentisitas dan/atau kebenaran isi Al-Qur’an.
5). Melakukan penafsiran Al-Qur’an yang tidak berdasarkan kaidah tafsir.
6).Mengingkari kedudukan Hadis Nabi sebagai sumber ajaran Islam.
7). Menghina, melecehkan, dan/atau merendahkan para Nabi dan Rasul.
8). Mengingkari Nabi Muhammad SAW sebagai Nabi dan Rasul terakhir.
9). Mengubah, menambah, dan/atau mengurangi pokok-pokok ibadah yang telah ditetapkan oleh Syari’at, seperti haji tidak ke Baitullah dan shalat wajib tidak lima waktu.
10). Mengkafirkan sesama Muslim tanpa dalil syar’i, misalnya mengkafirkan hanya karena bukan kelompoknya.
Lebih lanjut, Ketua Umum MUI Sumatera Utara mengapresiasi peran MPU Aceh yang telah memfasilitasi pelaksanaan acara ini dengan sangat baik. Ia mengungkapkan rasa terima kasihnya dengan menyebut, “Kami pun menginap di mess MPU Aceh. Terima kasih atas sambutan hangat dan semua fasilitasi. Semoga Ulama Ulama Aceh dan MPU dibalas Allah SWT dengan balasan yang berlimpah,” tegas Dr. Maratua.

Di akhir sambutannya, Dr. Maratua menegaskan bahwa melihat berbagai tantangan zaman yang kian kompleks, khususnya berkaitan dengan penyelematan akidah umat Islam, Majelis Ulama Indonesia Sumatera Utara dan Majelis Permusyawaratan Ulama perlu berupaya maksimal membentengi umat dari berbagai paham yang salah, menyimpang, sesat, dan menyesatkan. Karenanya, Multaqa Ulama II dengan tema tersebut menjadi sangat penting untuk dilaksanakan.

Jika pada tahun ini peserta hanya MPU Aceh dan MUI Sumatera Utara, maka pada tahun-tahun berikutnya diharapkan keterlibatan dapat diperluas hingga mencakup wilayah se-Asia Tenggara.

Related Articles

Stay Connected

4,203FansLike
3,912FollowersFollow
12,200SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles