Medan, muisumut.or.id, 10 Februari 2026, – Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Sumatera Utara, KH. Dr. Arso, S.H., M.Ag, menegaskan bahwa MUI harus semakin mengoptimalkan perannya sebagai Khadimul Ummah (pelayan umat) sekaligus Shadiiqul Hukumah (mitra pemerintah). Hal itu disampaikannya dalam kegiatan Orientasi Pengurus MUI Provinsi Sumatera Utara Masa Khidmat 2025–2030 yang berlangsung di Aula MUI Sumut.
Dalam paparannya bertajuk “Secercah Harapan dan Peluang Khadimul Ummah”, KH. Arso menyampaikan bahwa tantangan umat yang semakin kompleks menuntut MUI untuk bergerak lebih progresif dan operasional. Menurutnya, MUI tidak lagi cukup hanya berperan dalam penerbitan fatwa, tetapi juga harus hadir dalam pendampingan sosial, ekonomi, dan keagamaan masyarakat.
Ia menguraikan sedikitnya lima peluang strategis yang dapat menjadi kekuatan MUI Sumut ke depan. Pertama, semakin luasnya tugas, fungsi, dan peran MUI yang mengarah pada langkah-langkah operasional di tengah umat. Kedua, terbukanya peluang kerja sama antara MUI dengan lembaga swasta maupun instansi pemerintah guna memperkuat pelaksanaan program-program keumatan.
Ketiga, masih terjaganya koordinasi yang baik antarorganisasi kemasyarakatan dan lembaga-lembaga Islam di Sumatera Utara. Keempat, tetap eksisnya sinergi ulama dengan umara yang menjadi modal penting dalam menyukseskan agenda dakwah dan pemberdayaan umat. Kelima, perlunya upaya berkelanjutan dalam pembinaan kader ulama dan da’i sebagai generasi penerus kepemimpinan keagamaan.
Pada bagian lain, KH. Arso juga menekankan pentingnya penguatan posisi MUI sebagai Shadiiqul Hukumah. Menurutnya, hubungan kemitraan dengan pemerintah harus terus ditingkatkan tanpa menghilangkan independensi ulama.
Ia menyebutkan tiga harapan utama, yaitu peningkatan peran MUI sebagai pengayom umat, penguatan kerja sama dengan pemerintah di berbagai sektor, serta peningkatan program ekonomi syariah sebagai instrumen kemandirian umat.
“Ke depan, MUI harus hadir lebih terasa di tengah masyarakat. Bukan hanya membina aspek ibadah, tetapi juga menyentuh persoalan sosial dan ekonomi umat secara nyata,” ujar KH. Arso di hadapan para peserta orientasi.
Kegiatan orientasi pengurus ini diikuti oleh jajaran pimpinan, komisi, badan, dan lembaga di lingkungan MUI Sumut. Agenda tersebut menjadi momentum penting untuk menyatukan visi dan langkah strategis MUI dalam lima tahun ke depan.
Melalui orientasi ini diharapkan seluruh pengurus mampu menerjemahkan gagasan besar tersebut ke dalam program kerja yang terukur, kolaboratif, dan berdampak langsung bagi kemaslahatan umat Islam di Sumatera Utara.






