muisumut.or.id-Aceh Tenggara, Koperasi Produsen Syariah Amanah Ulama (KPSAU), PINBAS MUI Sumut telah melakukan kunjungan ke Desa Semadam Asal, Aceh Tenggara pada hari Sabtu, 29 April 2023, guna melihat peluang pertanian organik atau alami. Desa Semadam Asal dipilih karena di sana telah terbukti sukses mengelola pertanian secara alami dan organik. Tim KPSAU yang terdiri dari Ketua KPSAU Dr. H. Indra Utama SE Msi, Wakil Ketua Dr. H. Akmaluddin Syahputra M.Hum, Sekretaris Ali Suman Daulay, Eksekutif Manager Prof Ilmi Abdullah, dan tim pemasaran KPSAU yakni Ir. Jairi Tavip dan Zainal SE, serta Dr. Ir. Muhammad Yani Bas selaku penasehat Teknologi KPSAU dan pembina pertanian organik percontohan Desa Semadam Asal, turut serta dalam kunjungan ini.
Dr. Indra Utama, mengatakan bahwa kunjungan tersebut merupakan kesempatan untuk mempelajari bagaimana para petani di Desa Semadam Asal mengelola pertanian secara alami yang dipandu oleh Muhammad Rifai petani pemilik lahan pertanian di desa tersebut yang telah menjadi Mitra KPSAU. Hal ini sangat penting bagi KPSAU, yang memiliki produk utama yakni pupuk organik dgn teknologi YaniSys, karena dapat menjadi peluang bisnis yang menjanjikan. KPSAU berharap dapat mempelajari sistem pertanian yang telah terbukti sukses di Desa Semadam Asal dan menerapkannya pada binaan pertanian KPSAU.
Mitra KPSAU, Muhammad Rifai, mengungkapkan bahwa pada periode pertama penggunaan pupuk organik padat dan POC, ia menggunakan sekitar 300-400kg pupuk padat dari kotoran sapi untuk 1/4 ha sawah. Setelah diaplikasikan, terjadi penetralisasi pada tanah yang awalnya rusak dan perlahan pulih. Selama masa pertumbuhan, petani aplikasikan pupuk organik cair setiap 10 hari sekali untuk membantu pertumbuhan tanaman. Setelah 3 bulan, pada periode pertama, padi berhasil dipanen dengan kualitas yang baik dan bernilai tinggi, meskipun hasilnya tidak terlihat bergoni-goni namun dalam segi berat, mencapai hasil di atas padi kimia. Total berat pada periode pertama mencapai 5 goni dengan total lebih dari 400 kilogram.
Dalam kunjungan tersebut, KPSAU menemukan tiga poin penting, yaitu pemasaran bibit padi organik dari Desa Semadam Asal, fasilitasi pembentukan kelompok tani organik di Aceh Tenggara, serta persiapan kerja sama pembentukan usaha kontrak pertanian organik di Aceh Tenggara dan Sumatera Utara. KPSAU berharap dapat memanfaatkan peluang tersebut untuk mengembangkan bisnis pertanian organik di Sumatera Utara dan Aceh Tenggara. KPSAU berkomitmen untuk terus mempelajari dan mengembangkan teknologi pertanian organik guna meningkatkan produktivitas pertanian yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.
KPSAU juga akan terus bekerja sama dengan para petani untuk mempromosikan pertanian organik dan meningkatkan kesejahteraan petani di daerah Sumatera Utara dan Aceh Tenggara. KPSAU percaya bahwa pertanian organik dapat menjadi salah satu alternatif solusi bagi permasalahan pangan dan lingkungan yang sedang dihadapi saat ini. (Yogo Tobing)






