Thursday, February 12, 2026
spot_img

Kuliah Umum PTKU MUI Sumut: Prof. Dr. H. Hasballah Thaib, MA Kupas Tantangan Ulama di Era Globalisasi

muisumut.or.id – Senin, 14 Juli 2025 / 19 Muharram 1447 H
Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Sumatera Utara melalui Pendidikan Tinggi Kader Ulama (PTKU) kembali menggelar Kuliah Umum yang kali ini menghadirkan Prof. Dr. H. Hasballah Thaib, MA sebagai narasumber utama. Kuliah umum bertajuk “Ulama dan Tantangan Globalisasi” ini berlangsung di Aula MUI Sumut dan dihadiri langsung oleh Dr. KH. Arso, Lc, M.Ag selaku Wakil Ketua Umum MUI Sumut sekaligus Wakil Direktur PTKU.

Dalam paparannya, Prof. Hasballah menegaskan bahwa globalisasi telah mempersempit batas antar bangsa melalui perdagangan, investasi, budaya, hingga politik global yang berdampak luas terhadap umat Islam. “Globalisasi bukan hanya fenomena ekonomi, tapi juga budaya, politik, dan agama. Tantangannya adalah bagaimana ulama bisa tetap menjaga identitas umat di tengah arus global,” ujarnya.

Beliau menyoroti bahwa globalisasi memunculkan pertukaran budaya, inovasi teknologi, hingga peluang ekonomi, namun juga membawa dampak negatif seperti mengikis keberagaman budaya, mengancam pemahaman agama yang autentik, serta memicu kesenjangan sosial dan ekonomi.

Tantangan Ulama di Era Globalisasi:

Prof. Hasballah menguraikan sejumlah tantangan konkret yang dihadapi umat Islam di Sumatera Utara dan Indonesia secara umum, di antaranya:

1. Banyaknya organisasi Islam yang seringkali terfragmentasi tanpa kesepakatan substansial.

2. Beberapa Peraturan Daerah di Sumut tidak sejalan dengan Fatwa MUI.

3. Geopolitik yang mempersamakan antara Syiah dengan Israel sebagai kekuatan lawan.

4. Minimnya fatwa MUI yang mencakup aspek ekonomi dan syariah, lebih dominan di ranah fikih dan akidah.

5. Tantangan pragmatisme berorganisasi yang lebih berorientasi pada kepentingan material, khususnya menjelang Pemilu.

6. Krisis identitas umat akibat arus globalisasi.

7. Kebiasaan memperbesar masalah khilafiyah yang tidak relevan dengan kondisi umat saat ini.

8. Munculnya pertentangan baru seperti antara Wahabi dan Syiah, sebagaimana dahulu ilmu kalam lahir akibat pertentangan dengan Kristen.

9. Kemajuan teknologi melahirkan fitnah dan hoaks yang masif.

10. Pentingnya menegaskan identitas keislaman di tengah masyarakat global.

11. Globalisasi seringkali diikuti jika sesuai kepentingan politik atau ekonomi.

12. Toleransi yang kebablasan karena pemerintah menciptakan narasi toleransi yang tidak jelas batasannya.

13. Perebutan pengaruh masjid antar kelompok seperti Jamaah Islamiyah dan Jamaah Tabligh.

Prof. Hasballah juga mengutip pesan Prof. Dhiya Al Hasan yang berpesan, “Jangan tanyakan lagi pada orang bodoh kenapa tidak belajar, tapi tanyakan pada orang alim kenapa malas mengajar.” Ini menjadi pengingat bagi para ulama untuk terus aktif mengajar dan membimbing umat.

Ulama Masa Depan: Ahli dan Multidisipliner

Di akhir paparannya, Prof. Hasballah menekankan bahwa di era globalisasi, ulama yang dibutuhkan adalah yang ahli di bidangnya namun juga memiliki wawasan multidisipliner. Hal ini harus menjadi perhatian utama dalam kurikulum pendidikan ulama agar mereka tidak hanya piawai dalam satu disiplin ilmu, tetapi juga peka terhadap perkembangan zaman.

 

Related Articles

Stay Connected

4,203FansLike
3,912FollowersFollow
12,200SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles