Medan, muisumut.or.id., 19 Februari 2026– MUI Sumatera Utara melalui Lembaga Dakwah Khusus dan Perbaikan Akhlak Bangsa (LDK-PAB) MUI Sumatera Utara kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap umat dengan turun langsung ke daerah terdampak banjir bandang di Kota Sibolga dan Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng). Kegiatan ini dipimpin langsung Ketua LDK-PAB MUI Sumut, Syafizal Harahap, SHI, yang juga menjabat sebagai Ketua Umum BKPRMI Sumut.
Hadir dalam pelepasan dan kegiatan tersebut Ketua Umum MUI Sumut, Maratua Simanjuntak, Bendahara Umum Sotar Nasution, serta Wakil Ketua Umum Palit Muda Harahap. Tim juga berkolaborasi dengan Tim Peduli Daerah Bencana Sibolga–Tapteng.
Ketua LDK-PAB Syafizal Harahap menegaskan bahwa kehadiran LDK bukan sekadar membawa bantuan fisik, tetapi memastikan penguatan keimanan masyarakat di daerah bencana, khususnya di Sibolga yang kembali dilanda banjir bandang.

“LDK hadir memastikan keimanan umat tetap terjaga di daerah-daerah bencana. Kita berharap MUI semakin dekat dengan umat, terutama saat mereka menghadapi musibah,” ujarnya.
Bantuan yang disalurkan merupakan hasil pengumpulan dari umat Islam khusunya kader-kader BKPRMI. Paket bantuan tersebut antara lain 200 paket ambal/sajadah, alat pembersih masjid, pakaian layak pakai, mukenah, serta Al-Qur’an. Selain itu, secara keseluruhan dalam rangkaian Safari Ramadhan, LDK-PAB bersama Bidang Sosial Bencana MUI Sumut juga menyalurkan hingga 500 Al-Qur’an ke sejumlah masjid di Tapteng, Tapsel, dan Sibolga.
Syafizal menjelaskan, banyak masjid terdampak banjir yang ambalnya tidak lagi dapat digunakan. Demikian juga Al-Qur’an dan mukenah yang rusak akibat terendam air.
“Kita melihat langsung kondisi masjid yang ambalnya tidak bisa dipakai lagi. Al-Qur’an dan mukenah juga banyak yang rusak. Karena itu kita hadir membawa perlengkapan ibadah agar aktivitas keagamaan bisa kembali berjalan normal,” jelasnya.
Selain bantuan untuk masjid, LDK-PAB juga menyiapkan paket sembako khusus untuk para muallaf yang telah didata melalui BKPRMI setempat. Penyaluran dilakukan dengan memanfaatkan momentum bulan suci Ramadhan agar nilai ibadah dan kepedulian sosial semakin terasa.
Sementara itu, Ketua Umum MUI Sumut, Maratua Simanjuntak, dalam arahannya menyampaikan bahwa pembentukan LDK merupakan petunjuk dari MUI Pusat yang awalnya diarahkan untuk wilayah minoritas Muslim seperti Papua. Di Sumatera Utara, LDK pertama kali diarahkan ke daerah-daerah dengan komunitas Muslim minoritas, termasuk 12 kabupaten yang menjadi perhatian khusus.
Ia mengenang sejak tahun 1974 kegiatan dakwah telah diarahkan ke wilayah Tapanuli, yang saat itu masih mencakup Tapanuli Utara secara luas. Setelah LDK terbentuk, gerakan dakwah semakin terstruktur dan menyasar daerah-daerah yang membutuhkan penguatan keislaman.
Menurutnya, langkah LDK-PAB yang kini menyasar Sibolga dan Tapteng merupakan langkah yang sangat baik dan strategis. Ia juga mengungkapkan bahwa sebelumnya MUI Sumut pernah memberangkatkan dua truk bantuan ke Tapanuli Selatan dan Tapanuli Tengah bekerja sama dengan MUI Pusat.
“Kali ini kita tidak hanya safari dakwah, tetapi juga membawa bantuan nyata. Termasuk untuk rekan-rekan di MUI yang turut terdampak bencana,” tegasnya.
Rangkaian kegiatan Ramadhan LDK-PAB MUI Sumut mencakup Camp Ramadhan, Safari Ramadhan ke sejumlah masjid di Tapteng, Tapsel, dan Kota Sibolga, serta pengiriman tim dakwah yang melibatkan delapan da’i dengan dukungan dua unit mobil operasional.
Melalui gerakan ini, MUI Sumut menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah umat, tidak hanya dalam pembinaan keagamaan, tetapi juga dalam aksi nyata kepedulian sosial, khususnya di wilayah-wilayah yang membutuhkan perhatian dan penguatan iman.






