muisumut.or.id-Medan, Majelis Ulama Indonesia Provinsi Sumatera Utara (MUI Sumut) melalui Bidang/Komisi Pendidikan, Pemuda, dan Kaderisasi menggelar sebuah acara dialog keislaman dan kebangsaan yang bertema “Menakar Pimpinan Islami Menyongsong Pemilu 2024.” Acara ini berlangsung pada hari Kamis, tanggal 28 September 2023, di Aula MUI Sumut.
Acara ini diawali dengan laporan dari Panitia yang disampaikan oleh Dr. Arifinsyah, yang menjelaskan latar belakang kegiatan ini. Seiring dengan mendekati penyelenggaraan pemilihan umum di Indonesia, penting bagi masyarakat untuk aktif berpartisipasi dalam proses pemilihan pemimpin. Namun, muncul pertanyaan yang krusial, yakni bagaimana mengenali ciri-ciri seorang pemimpin dalam Islam yang layak dipilih. Dialog ini diselenggarakan dengan tujuan untuk mengeksplorasi dan mengevaluasi karakteristik yang seharusnya dimiliki oleh seorang pemimpin dalam Islam.
Partisipan dalam kegiatan ini berjumlah sekitar 150 orang, yang terdiri dari perwakilan 18 organisasi pemuda Islam, 10 Senat perguruan Islam, serta anggota Majelis Ulama Indonesia (MUI) dari berbagai Kabupaten Kota yang fokus pada bidang pendidikan dan pemuda. Selain itu, juga hadir perwakilan dari Perguruan Tinggi Kader Ulama MUI Sumut.
Sambutan dari Ketua Umum MUI Sumut, Dr. Maratua Simanjuntak, juga menggarisbawahi peran penting MUI dalam menjaga dan memelihara ajaran Islam di tengah-tengah masyarakat. Ia mengingatkan bahwa perjuangan kemerdekaan Indonesia banyak dipelopori oleh tokoh-tokoh Islam dan gerakan-gerakan ulama.
“Kecintaan terhadap tanah air adalah bagian integral dari iman kita. Jika kita belum mencintai tanah air, kita tidak dapat disebut sebagai umat Islam yang sejati. Ketika kita berjuang untuk Islam, hal itu haruslah selaras dengan perjuangan kebangsaan. Dalam Islam, ada tiga jenis ukhuwah (persaudaraan), yaitu ukhuwah islamiyah (persaudaraan sesama Muslim), ukhuwah wathaniyah (persaudaraan terhadap tanah air), yang melibatkan mempertahankan bangsa dan negara Indonesia, serta ukhuwah basyariah (persaudaraan kemanusiaan),” ujar Dr. Maratua Simanjuntak.
Dr. Maratua Simanjuntak juga mengajak seluruh peserta untuk memanfaatkan acara dialog ini sebaik mungkin dalam rangka memperdalam pemahaman mengenai islam dan kebangsaan. Acara dialog ini diharapkan akan menjadi langkah awal bagi pemuda Sumatera Utara dalam mempersiapkan diri menghadapi pemilu yang akan datang, dengan mengedepankan nilai-nilai keislaman dan kebangsaan dalam proses pemilihan pemimpin. (Yogo Tobing)






