Sunday, February 8, 2026
spot_img

Memahami Tata Cara Mengurus Jenazah: DP MUI Pematang Siantar Luncurkan Pelatihan Bilal Mayit

muisumut.or.id-Pematang Siantar, Dewan Pimpinan (DP) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Pematang Siantar terus berupaya dalam memberikan kontribusi nyata bagi umat. Salah satu bentuk kegiatan yang baru-baru ini dilakukan adalah sosialisasi mengenai Dispensasi Pernikahan di Bawah Umur. Selain itu, DP MUI Pematang Siantar juga mengadakan kegiatan pelatihan bilal mayit yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan para pelajar dalam mengurus jenazah sesuai dengan prinsip-prinsip syariat Islam.

Acara pelatihan bilal mayit ini diselenggarakan oleh Komisi Pemberdayaan Perempuan, Remaja, dan Keluarga MUI Kota Pematang Siantar. Kegiatan ini berlangsung di Aula MUI Kota Pematang Siantar, tepatnya di Jalan RA Kartini Nomor 6 A, pada hari Sabtu (19/8) pagi.

Tidak kurang dari 100 siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) atau yang setara dari berbagai sekolah di Kota Pematang Siantar ikut serta dalam pelatihan ini. Pelatihan tersebut mengangkat tema “Melalui Bilal Mayit, Kita Tingkatkan Kesadaran dan Keberanian Pelajar untuk Mengurus Jenazah Keluarga dan Kerabat sesuai Syariat Islam.”

Sesi awal kegiatan dimulai dengan pembacaan ayat suci Alquran oleh Shinta Sari Wijaya. Acara ini juga melibatkan tiga narasumber yang berpengalaman dalam bidangnya, yaitu Ketua Umum DP MUI Kota Pematang Siantar, Drs H M Ali Lubis; Hj Yusnani Nasir SPd MS; dan Drs Hj Rayani Purba.

Dalam penyampaian materi, narasumber pertama, Ketua Umum DP MUI, H M Ali Lubis, menjelaskan empat tahapan penting dalam pelaksanaan fardhu kifayah terhadap jenazah sesuai dengan syariat Islam. Tahapan tersebut meliputi memandikan, mengafankan, mensholatkan, dan memakamkan atau menguburkan jenazah.

Ali Lubis juga menjelaskan secara rinci tata cara memandikan jenazah, termasuk niat dan prosedur yang harus diikuti. Dia menekankan bahwa idealnya, pelaksanaan mandi jenazah dilakukan oleh keluarga, namun jika hal tersebut tidak dimungkinkan, pelatihan bilal mayit dapat melakukan tugas tersebut.

Pertanyaan dari peserta pelatihan juga mendapat perhatian. Sebagai contoh, Hanafi Pulungan dari Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Kota Pematang Siantar bertanya tentang cara pelaksanaan fardhu kifayah terhadap jenazah yang telah dimangsa oleh harimau. Ali Lubis memberikan penjelasan bahwa dalam kasus ini, sholat ghaib dilakukan berdasarkan sunnah Nabi Muhammad SAW.

Dalam sesi ini juga dijelaskan mengenai berbagai tata cara, seperti mengafankan dan mengebumikan jenazah. Pemaparan dari Hj Yusnani Nasir SPd MS melalui materi digital dan praktik langsung oleh Drs Hj Rayani Purba menjadi bagian penting dari acara tersebut.

Kegiatan pelatihan bilal mayit ini tidak hanya memberikan pemahaman praktis bagi peserta mengenai tugas-tugas yang harus dilakukan dalam mengurus jenazah, tetapi juga mengedukasi tentang aspek-aspek keagamaan dan etika yang terkait dengan proses tersebut. (Yogo Tobing)

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

4,203FansLike
3,912FollowersFollow
12,200SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles