Tuesday, February 17, 2026
spot_img

Menghormati Warisan Sufi, Delegasi MUI Sumut Ziarah ke Makam Sayyid Amir Kulol di Uzbekistan

Bukhara, Uzbekistan, muisumut.or.id., — Delegasi Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Utara berziarah ke makam Sayyid Mir (Amir) Kulol Buxoriy pada Jumat, 1 November 2024. Ziarah ini merupakan bagian dari kunjungan spiritual untuk menghormati salah satu tokoh besar dalam sejarah Islam yang juga menjadi guru spiritual Muhammad Bahouddin Naqshband, pendiri Tarekat Naqsyabandiyah.

Rombongan MUI Sumatera Utara yang dipimpin oleh Ketua Umum Dr. Maratua Simanjuntak dan Dewan Pimpinan lainnya, tiba di kompleks makam melalui gerbang megah yang menyambut dengan arsitektur yang penuh nuansa keagungan. Setelah memasuki gerbang, para delegasi disuguhi pemandangan masjid yang indah dengan arsitektur megah serta taman-taman yang asri, memberikan suasana khusyuk dan damai bagi para peziarah.

Di area makam, rombongan menyempatkan diri untuk berdoa bersama, dipimpin oleh Prof. Dr. Muhammad Jamil, MA. Doa dan lantunan zikir dipanjatkan sebagai bentuk penghormatan kepada Sayyid Amir Kulol yang dikenal sebagai ulama mazhab Hanafi, mursyid, dan salah satu tokoh sufi terkemuka dari akhir abad ke-13.

Mengenal Sayyid Amir Kulol Buxoriy

Sayyid Amir Kulol lahir di Desa Suxor, dekat Bukhara, yang kini masuk dalam wilayah Distrik Kogon. Beliau wafat pada 29 November 1370. Amir Kulol merupakan guru spiritual dari Tarekat Naqsyabandiyah, khususnya bagi Muhammad Bahouddin Naqshband, yang kelak mendirikan tarekat tersebut. Julukan “Kulol” diberikan kepadanya yang berarti “pengrajin tembikar,” karena keluarga beliau dikenal sebagai pengrajin tembikar yang handal.

Sejak usia muda, Amir Kulol dikenal sebagai sosok dengan fisik kuat dan gemar berlatih seni bela diri. Dalam masyarakat sufi, banyak tokoh yang memilih profesi populer untuk mendekatkan diri dengan masyarakat. Amir Kulol juga menerapkan pendekatan ini untuk membawa masyarakat menuju ajaran Islam.

Ayahnya, Amir Hamza, adalah keturunan dari Madinah, Hijaz, dan sempat bersahabat dengan syekh Yassawiyah, Sayyid Ata. Dalam suatu kesempatan, Sayyid Ata meramalkan bahwa Amir Kulol kelak akan mencapai derajat tinggi dalam jalan spiritual. Ramalan ini terbukti saat Amir Kulol berhasil menjadi sosok sufi berpengaruh dan membawa banyak pengikut menuju kebajikan dan pemahaman mendalam akan ajaran Islam.

Kehidupan dan Warisan Spiritual

Amir Kulol dikenal sebagai sosok yang rendah hati dan penuh kasih, meskipun memiliki keterampilan dan pengetahuan yang mendalam dalam bidang syariat, tasawuf, dan hakikat. Ia mengajarkan pentingnya mencari rezeki yang halal kepada para muridnya, serta menekankan pemahaman mendalam tentang halal dan haram.

Salah satu momen penting dalam kehidupan spiritual Amir Kulol adalah pertemuannya dengan gurunya, Khoja Muhammad Bobo Samosiy, di sebuah arena gulat. Samosiy melihat dalam diri Amir Kulol potensi besar dalam spiritualitas dan mengambilnya sebagai murid. Pertemuan ini menandai awal perjalanan panjang Amir Kulol dalam dunia tasawuf, yang membuatnya menjadi salah satu dari tujuh tokoh sufi terkemuka di Bukhara.

Keturunan Sayyid Amir Kulol juga dikenal memiliki pengaruh besar. Salah satu kerabatnya bahkan menjadi menantu Sultan Yildirim Bayazid dari Kekaisaran Ottoman, dan dikenal sebagai Amir Sultan yang dicintai masyarakat Bursa, Turki.

Ziarah ini menjadi kesempatan berharga bagi delegasi MUI Sumatera Utara untuk meresapi warisan spiritual Amir Kulol serta meneguhkan komitmen dalam menjalankan amanah untuk terus menebarkan kebaikan dan ajaran Islam di tengah masyarakat. Warisan Amir Kulol sebagai ulama dan tokoh sufi yang rendah hati dan berpengaruh tetap relevan, menjadi inspirasi bagi umat Islam hingga saat ini.

Related Articles

Stay Connected

4,203FansLike
3,912FollowersFollow
12,200SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles