Dr. H. Muhammad Nasir, Lc., MA (Ketua Komisi Fatwa MUI Sumatera Utara)
إنَّ الـحَمْدَ لِلّهِ نَـحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ
وَأَشْهَدُ أَن لاَّ إِلَهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُـحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُه
اللهم صل على سيدنا محمد وعلى ال محمد
فَيَا عِبَادَ الله اُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِى بِتَقْوَاللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقٌوْنَ، فَقَالَ الله تعالى فى كتابه الكريم، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا
وقال تعالى، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
أَمَّا بَعْدُ، فإِنَّ أَصَدَقَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللَّهِ ، وَأَحْسَنَ الْهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، وَشَرَّ الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا ، وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ ، وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلالَةٌ ، وَكُلَّ ضَلالَةٍ فِي النَّارِ
Hadirin jamaah shalat Jumat Rahimakumullah,
Hari-hari terakhir ini, kita disuguhi tontonan yang begitu menyayat dan mengiris hati kita. Bagaimana tidak, di era modern yang katanya penjajahan di atas muka bumi telah dihapuskan, kaum Zionis dengan leluasa seenaknya saja menjajah bumi Palestina dan menindas rakyat di sana. Serangan demi serangan terus dilancarkan kepada rakyat yang tidak berdosa. Ratusan nyawa rakyat Palestina telah menjadi korban kekejian dan kebiadaban mereka. Sebagai umat Islam tentu kita mencintai dan membela Palestina. Palestina bukanlah negeri biasa. Palestina memiliki sejarah panjang yang menjadikannya selalu bersemayam di hati setiap Mukmin.
Kekejaman dan kekejian tentara Yahudi yang membantai ribuan anak-anak kaum muslimin terlihat begitu jelas dan nyata bagi mereka yang masih memiliki nurani. Terkini, beberapa hari lalu, tentara Zionis Yahudi dengan sangat brutal membombardir Rumah Sakit di Gaza. Mereka menjatuhkan rudal kepada kaum muslimin yang sedang mendapat perawatan di rumah sakit.
Rumah Sakit dibombardir, gedung-gedung tempat tinggal warga diluluh lantahkan, pasokan air, listrik, gas, makanan, dan obat-obatan disabotase oleh makhluk-makhluk keji tersebut.
Ini adalah sebuah genosida, pembunuhan besar-besaran secara berencana yang dilakukan oleh Yahudi Zionis terhadap bangsa Palestina. Israel adalah penjajah negeri kaum Muslimin dan hari ini saudara-saudara muslim kita sedang berjuang melawan penjajahan.
Ma’asyiral muslimin sidang shalat Jum’at rahimakumullah.
Kaum Beriman Adalah Saudara
Sebagai seorang yang beriman kepada Allah ﷻ tentu kejadian yang menimpa masyarakat Palestina tidak bisa untuk tidak kita perhatikan. Sudah sewajarnya bagi kaum muslimin peduli dan bersimpati kepada mereka. Sebab, seseorang beriman kepada Allah ﷻ sejatinya telah menjadi saudara dalam iman dan sudah barang tentu kepedulian terhadap sesama saudara itu harus ditampakkan.
Allah ﷻ berfirman di dalam surat Al-Hujurat ayat 10 :
إِنَّمَا ٱلْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوا۟ بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ ۚ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ
“Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara. Sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat.
Ayat di atas dengan tegas menyatakan orang orang beriman itu bersaudara,persaudaraan yang dimaksud dalam ayat ini adalah persaudaraan yang diikat dengan simpulan dan ikatan iman.Dengan arti kata persuadaraan yang diikat dengan ikatan iman melebihi dari persaudaraan yang diikat oleh nasab,keturunan,organisasi,partai dan lain.
Oleh sebab itu Allah swt. . mengawali ayat diatas dengat kata innama yang artinya hanyasanya. Didalam bahasa arab innama disebut sebagai huruf hashr yaitu huruf pembatasan,maksudnya persaudaraan yang hakiki adalah persaudaraan yang berdasarkan atas dasar ikatan iman,karena persaudaraan yang diikat atas dasar iman akan kekal abadi mulai dari dunia hingga alam akhirat bahkan samapai kesurga. Allah swt. berfirman :
وَالَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَاتَّبَعَتْهُمْ ذُرِّيَّتُهُمْ بِاِيْمَانٍ اَلْحَقْنَا بِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَمَآ اَلَتْنٰهُمْ مِّنْ عَمَلِهِمْ
مِّنْ شَيْءٍۚ كُلُّ امْرِئٍ ۢبِمَا كَسَبَ رَهِيْنٌ
“Dan orang-orang yang beriman, beserta anak cucu mereka yang mengikuti mereka dalam keimanan, Kami pertemukan mereka dengan anak cucu mereka (di dalam surga), dan Kami tidak mengurangi sedikit pun pahala amal (kebajikan) mereka. Setiap orang terikat dengan apa yang dikerjakannya” (QS. At-Thur : 21).
Sebaliknya beriman tanpa persaudaraan juga dianggap tidak beriman atau tidak sempurna keimanannya,karena keimanan yang hampa dari persaudaraan adalah keimanan jauh dari rahmat Allah swt. .Sejarah membuktikan karena persaudaraanlah yang membuat persendian Islam menjadai kokoh.
Iman tanpa persaudaraan tidak ada jaminan untuk mendapat keamanan didunia dan akhirat bahkan akan membawa kepada pertikaian,perselisihan bahkan peperangan.Jadi, wajib wajib kita bersyukur kepada Allah Swt. atas nikmat iman dan inkmat persaudaraan yang tidak dapat dinilai dengan materi dan uang.
Allah Swt. berfirman;
وَاعْتَصِمُوْا بِحَبْلِ اللّٰهِ جَمِيْعًا وَّلَا تَفَرَّقُوْاۖ وَاذْكُرُوْا نِعْمَتَ اللّٰهِ عَلَيْكُمْ اِذْ كُنْتُمْ اَعْدَاۤءً فَاَلَّفَ بَيْنَ قُلُوْبِكُمْ فَاَصْبَحْتُمْ بِنِعْمَتِهٖٓ اِخْوَانًاۚ وَكُنْتُمْ عَلٰى شَفَا حُفْرَةٍ مِّنَ النَّارِ فَاَنْقَذَكُمْ مِّنْهَاۗ كَذٰلِكَ يُبَيِّنُ اللّٰهُ لَكُمْ اٰيٰتِهٖ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُوْنَ ١٠٣
Berpegangteguhlah kamu semuanya pada tali (agama) Allah, janganlah bercerai berai, dan ingatlah nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu bermusuhan, lalu Allah mempersatukan hatimu sehingga dengan karunia-Nya kamu menjadi bersaudara. (Ingatlah pula ketika itu) kamu berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari sana. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu agar kamu mendapat petunjuk.Qs Ali Imran ;!03
sebagaimana dia mencintai dan menyayangi dirinya sendiri. Rasulullah ﷺ bersabda,
لَا يُؤْمِنُ أحَدُكُمْ، حتَّى يُحِبَّ لأخِيهِ ما يُحِبُّ لِنَفْسِهِ
“Tidaklah beriman salah seorang di antara kalian, hingga dia mencintai saudaranya sebagaimana dia mencintai dirinya sendiri.” (HR. Al-Bukhari)
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah.
Pada hadis tersebut, Rasulullah ﷺ telah menjelaskan bahwa keimanan seseorang tidak sempurna jika dia belum mencintai saudaranya. Kesempurnaan iman akan bisa tercapai apabila kita mampu untuk memposisikan saudara seiman seperti diri kita sendiri.
Akan halnya persaudaraan kita dengan kaum muslimin yang sedang dibantai habis-habisan oleh Israel laknatullahi alaih di Jalur gaza dan sekitanya, rumah mereka dibombardir, mereka meninggalkan kampung halaman, mengungsi ke tempat yang aman, sementara tempat yang aman di Gaza hampir tidak ada dan bantuan dunia Internasional pun dibatasi bahkan dimusnahkan, maka dalam kodisi genting seperti ini, wajib hukumnya kita sebagai kaum Muslimin di Negeri yang tercinta ini membantu mereka, medoakan mereka sesuai kapasitas kita masing-masing.
Paling tidak dalam kondisi yang amat memperhatikan ini kita putuskan mua’malah dengan Israel untuk melemahkan kesombongan dan keangkuhan mereka di dunia ini,dengan cara memboikot semua produk-produk Yahudi yang beredar dunia ini, khususnya di Indonesia. Karena diyakini sebagian hasil dan keuntungan perdagangan mereka digunakan untuk membiayai penjajahan dan pembataian mereka terhadap saudara-saudara kita di Palestina.
بَارَكَ الله لِي وَلَكُمْ فِى اْلقُرْآنِ اْلعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَافِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيمِ وَتَقَبَّلَ اللهُ مِنَّا وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ وَإِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ العَلِيْمُ، وَأَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا فَأسْتَغْفِرُ اللهَ العَظِيْمَ إِنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَّحِيْم
Khutbah II
الحَمْدُ للهِ الذي امرنا بالإتحاد والإعتصام بحبل الله المتين. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ . وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، البَشِيْرُ النَّذِيْرُ، وَالسِّرَاجُ الْمُنِيْرُ، صَلَوَاتُ الله وَسَلاَمُهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ اجمعين
أَمَّا بَعْدُ…
فَيَا عِبَادَ اللهِ! أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللهِ لَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ.قَالَ اللهُ تَعاَلَى فِي كِتَابِهِ العَظِيْمِ: ” إِنَّ اللَّهَ وَمَلائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا “. وَاعْلَمُوا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرِ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ، وَثَنَّى بِمَلاَئِكَتِهِ، فَقَالَ تَعَالَى: “إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ يَاأَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا”. اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ وَسَلَّمْتَ وَبَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ. فِي العَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ…
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ والمؤمنين والمؤمنات الأحياء منهم والأموات برحمتك يا ارحم الراحمين . اللَّهُمَّ حَبِّبْ إِلَيْناَ الإِيْمَانَ وَزَيِّنْهُ فِي قُلُوْبِنَا، وَكَرِّهْ إِلَيْناَ الكُفْرَ وَالْفُسُوْقَ وَالْعِصْيَانَ وَاجْعَلْنَا مِنَ الرَّاشِدِيْنَ. اللَّهُمَّ انْصُرْ إِخْوَاننَاَ الْمُسلِمِين وَ المُجَاهِدِينَ بفِلِسْطِين
اللَّهُمَّ ثَبِّتْ إِيمَانَهُمْ وَ أَنْزِلِ السَّكِينَةَ عَلَى قُلُوبِهِم وَ وَحِّدْ صُفُوفَهُمْ. اللَّهُمَّ دَمِّرِ الْيَهُود وَ شَتِّتْ شَمْلَهُم وَفَرِّقْ جَمْعَهُمْ. اللَّهُمَّ انْصُرْ المُجَاهِدِينَ عَلَى أَعْدَائِنَا أَعْدَاءَالدِّين. بِرَحْمَتِكَ يَآ أَرْحَمَ الرَّحِمِينَ
ربنا اتنا في الدنيا حسنة وفي الأخرة حسنة وقنا عذاب النار. وَالْحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالَمِيْنَ.
عِبَادَ اللهِ… إِنَّ اللهَ يَأْمُرُكُمْ بِالعَدْلِ وَالإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبَ وَيَنْهَى عَنِ الفَخْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالبَغْيِ. يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ، فَاذْكُرُ اللهَ العَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ. وَاسْأَلُوْا مِنْ فَضْلِهِ يُؤْتِكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ.






