Monday, February 16, 2026
spot_img

Menyusuri Jejak Peradaban Islam, Delegasi MUI Sumut Sholat Jumat di Masjid Bolo Hauz

Bukhoro, muisumut.or.id – 1 November 2024. Dalam rangkaian kunjungannya di Uzbekistan, delegasi Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Utara berkesempatan melaksanakan sholat Jumat di Masjid Bolo Hauz, sebuah masjid bersejarah di Bukhara. Rombongan MUI Sumut, yang dipimpin oleh Ketua Umum MUI Sumut, Dr. Maratua Simanjuntak merasa terhormat dapat beribadah di masjid yang sarat nilai sejarah dan budaya ini.

Masjid Bolo Hauz dikenal dengan sebutan “Masjid Empat Puluh Pilar” karena arsitekturnya yang menggunakan banyak pilar di terasnya. Nama Bolo Hauz sendiri berarti “Masjid Berkolam,” yang merujuk pada kolam berbentuk oktagonal di halaman depan masjid. Masjid ini didirikan pada tahun 1712 oleh Abu’l Fayud Khan dari Dinasti Astarkhanid sebagai penghormatan untuk Bibi Khanum, ibu dari dinasti tersebut.

Keunikan lain dari masjid ini adalah berbagai elemen arsitektural dan dekorasi yang dipengaruhi oleh budaya dan tradisi Islam Asia Tengah. Masjid ini merupakan satu-satunya bangunan bersejarah yang tetap terawat di kawasan alun-alun Registan Bukhara, yang serupa dengan Registan di Samarkand, tempat yang juga terkenal dengan situs-situs Islam bersejarah.

Saat rombongan tiba di masjid dengan berjalan kaki sejauh 500 meter dari Museum Imam Al-Bukhari, mereka disambut oleh suasana khas masjid bermazhab Hanafi. Dalam mazhab ini, terdapat beberapa perbedaan teknis dalam pelaksanaan ibadah. Salah satu perbedaannya adalah pelaksanaan tausiyah yang berlangsung sekitar 40 menit sebelum azan kedua. Setelah azan pertama, jamaah menunaikan sholat sunnah empat rakaat, diikuti oleh azan kedua, khutbah, dan sholat Jumat. Dalam sholat mazhab Hanafi, makmum tidak mengucapkan “Amiin” setelah imam membaca surat Al-Fatihah.

Seusai sholat, K. Akhyar Nasution dan Dr. Akmaluddin Syahputra berkesempatan bercengkrama dengan khatib masjid, memperkenalkan delegasi dari Indonesia, dan membahas sejarah serta keunikan Masjid Bolo Hauz. Kesempatan tersebut menjadi momen berharga bagi delegasi MUI Sumut untuk memahami perbedaan budaya dan tradisi keislaman yang berkembang di kawasan Asia Tengah.

Masjid Bolo Hauz telah melalui banyak perubahan dan restorasi sejak pembangunannya. Selama invasi Tentara Merah Soviet pada awal abad ke-20, banyak situs sejarah Islam di Bukhara yang mengalami kerusakan parah, termasuk Masjid Bolo Hauz. Pemerintah Uni Soviet kemudian melakukan program restorasi pada tahun 1960 untuk memperbaiki kerusakan tersebut. Upaya restorasi lebih lanjut dilakukan secara serius oleh Pemerintah Uzbekistan, yang mengembalikan kemegahan masjid sebagai karya seni dekoratif nasional Uzbek.

Keindahan arsitektur Masjid Bolo Hauz semakin memperkaya pengalaman delegasi MUI Sumut dalam menapaki jejak-jejak sejarah Islam di Uzbekistan. Keunikan desain bangunan yang dilengkapi dengan pilar-pilar megah, ceruk-ceruk kubah, serta motif geometris dan stalaktit di langit-langit masjid menjadikan tempat ini bukan hanya sebagai rumah ibadah, tetapi juga sebagai warisan budaya yang tak ternilai.

Bagi delegasi MUI Sumut, kunjungan dan sholat Jumat di Masjid Bolo Hauz menjadi pengalaman yang mengesankan, menguatkan ikatan spiritual, dan memperdalam apresiasi terhadap kekayaan sejarah serta keberagaman Islam di belahan dunia lain.

Related Articles

Stay Connected

4,203FansLike
3,912FollowersFollow
12,200SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles