muisumut.or.id, Masyarakat Palestina yang sampai saat ini menjadi korban invasi militer Israel sangat mengharapkan dukungan dari masyarakat dunia terutama umat Islam Indonesia agar sesegera mungkin memdapatkan kemerdekaan.
Hal itu mengemuka pada Silaturahmi MUI-SU dengan Ketua Ikatan Ulama Palestina Diaspora Negara ASEAN, Dr. Ahed Abu Al-Atha’ di Aula MUI Jalan Majelis Ulama Nomor 3, Medan, Senin (13/11).
Dr Ahed yang datang bersama KH Fahmi Salim, Lc. MA Founder Al-Fahmi Institute Indonesia menyampaikan, kehadiran di MUI Sumut juga untuk mendapatkan fatwa dari ulama khususnya di Sumatera Utara guna meluruskan stigma negatif yang dihembuskan Zionis bahwa, perlawanan rakyat Palestina tidak sesuai dengan nilai syar’i bahkan dianggap bertentangan dengan ajaran Islam.
Padahal sesungguhnya perjuangan yang dilaksanakan rakyat Palestina merupakan spirit rasa persatuan sebagai bagian integral warga dunia untuk mendapatkan kemerdekaan serta hidup bermartabat sejajar bersama bangsa-bangsa lain di dunia.
Karenanya kami warga Palestina yang terus berjuang dari tekanan Zionis Israel sangat membutuhkan fatwa dari ulama dunia terutama Indonesia guna mendukung perjuangan rakyat Palestina untuk mencapai cita-cita luhur yakni kemerdekaan Palestina dan yang tidak kalah pentingnya lagi adalah kemerdekaan Masjidil Aqsa dari aneksasi Israel
Dalam kesempatan itu Dr Ahed juga menjelaskan hubungan antara Indonesia dan Palestina sudah sangat baik sejak dulu. Apalagi Palestina adalah salah satu pendukung awal kemerdekaan Indonesia pada tahun 1945.
Ketika itu, ungkap Dr Ahed Mufti Agung Yerusalem dan Pemimpin Tertinggi Dewan Palestina, Syekh Muhammad Amin al-Husaini sangat berjasa meningkatkan pengakuan negara-negara Arab lainnya atas Indonesia, khususnya melalui Liga Arab. Dan ketika itu mereka juga sepakat untuk menekan Inggris yang tentaranya sudah tiba di Indonesia lebih dulu dari Belanda, tidak untuk mendukung Belanda.
Akibatnya, ungkap dia Indonesia sejak awal sangat tidak ramah terhadap hubungan dengan Israel sebagai rasa terima kasih kepada Palestina.
Dan untuk saat ini, tegas Dr Ahed kami tentunya membutuhkan dukungan dari umat Islam Indonesia khususnya di Sumut untuk menggagalkan segala bentuk upaya kriminalisasi yang dilakukan Israel yang bertujuan menghalangi niat tulus rakyat Palestina menjadi negara merdeka begitu juga Kota Suci umat Islam dunia Masjidil Aqsa.
Sementara Ketua Umum MUI Sumut Dr. H Maratua Simanjuntak didampingi seluruh unsur Dewan Pimpinan di antaranya Wakil Ketua Umum Dr. H Arso SH, M.Hum, Sekretaris Umum Prof. Dr. H Asmuni, Bendahara Umum Drs. H Sotar Nasution MHB, Ketua Bidang HLNKI KH Dr. Akhyar Nasution, Ketua Bidang Kominfo Dr. H Akmaluddin Syahputra dan pengurus lainnya mengungkapkan dukungan umat Islam di Sumut khususnya atas perjuangan rakyat Palestina untuk meraih kemerdekaan yang hakiki.
Ketua MUI juga mengungkapkan berkaitan agresi Israel di Palestina itu, MUI Pusat telah menerbitkan fatwa MUI Nomor 83 Tahun 2023 yang substansinya mewajibkan kepada umat Islam Indonesia untuk mendukung kemerdekaan Palestina dari segala bentuk agreasi militer Israel. Kemudian memberikan dukungan moril maupun materil melalui berbagai cara seperti zakat, infak dan sedekah untuk membantu perjuangan Palestina meraih cita-cita luhurnya yakni kemerdekaan.
“Alhamdulillah untuk bantuan ini MUI Sumut telah mengirimkan sumbangan tahap pertama senilai Rp. 745 juta yang diterima Duta Besar Palestina di Jakarta. Dan untuk sumbangan untuk tahap kedua saat ini terus mengalir yang membuktikan tingginya atensi serta kepedulian umat di daerah ini,” ungkap H Maratua.
Ketua MUI selain menyampaikan terima kasih atas bantuan yang diberikan umat, juga mengimbau kepada seluruh umat Islam untuk membacakan Qunut Nazilah sebagai doa paling mustajab untuk kemenangan dan kemerdekaan Palestina serta kemerdekaan Masjidil Aqsa.
“Tidak ada kekuatan selain milik Allah dan cukuplah Allah menjadi penolong umat Islam di Sumatera Utara dan Indonesia khususnya serta umat Islam dunia pada umumnya,” kata Ketua MUI.(S. Ramadhan)






