muisumut.or.id-Batubara, Bupati Batubara, Zahir, menyatakan bahwa rencana pembangunan kampus baru merupakan langkah penting yang berpotensi memberikan dampak positif signifikan bagi perkembangan pendidikan di daerah tersebut. Pernyataan ini disampaikan dalam pidato tertulisnya yang dibacakan oleh Asisten I Pemerintah Kabupaten Batubara, Rusian Heri, dalam acara di Aula Buffett Mangga pada Selasa, 12 September.
Acara tersebut juga dihadiri oleh tokoh penting, antara lain Ketua DP Majelis Ulama Indonesia (MUI) Batubara, H. Muhammad Hidayat Lc, Sekretaris Huzaifah, Ketua Komisi Pendidikan MUI Batubara, Drs. Muhamad Masrof, serta Ketua MUI Kecamatan Se Batubara.
Bupati Zahir menjelaskan pentingnya sebuah perguruan tinggi sebagai sarana yang sangat krusial dalam pembangunan dan kemajuan suatu daerah, terutama sejalan dengan perkembangan zaman. Beliau menekankan bahwa menjaga eksistensi perguruan tinggi bukanlah satu-satunya hal yang perlu diperhatikan, melainkan juga perlu memastikan bahwa fasilitas dan infrastruktur pendidikan senantiasa berkembang seiring dengan perkembangan zaman.
Ketua MUI Batubara, H. Muhammad Hidayat, menjelaskan bahwa salah satu motivasi pendirian lembaga pendidikan agama ini adalah karena adanya kekurangan dalam pelajaran agama yang disampaikan langsung dari sumbernya. Ia juga menyoroti minimnya jumlah guru yang memiliki kemampuan untuk mengajar kitab kuning (turos).
“Dari mereka yang mampu mengajar kitab kuning, jumlahnya sangat terbatas. Bukan sedikit yang berpendidikan di Timur Tengah, tetapi tidak ingin berkontribusi di daerah asal mereka. Ini adalah fakta yang perlu diakui,” ujar Hidayat.
Dalam konteks ini, Hidayat menegaskan pentingnya memanfaatkan potensi yang ada, bukan untuk bersaing dengan yang sudah ada, tetapi untuk membangun relasi yang saling mendukung dalam meningkatkan pendidikan dan pengajaran agama di Batubara. (Yogo Tobing)






