muisumut.or.id-Mandailing Natal, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Mandailing Natal, di bawah pimpinan Ketua MUI, KH. Muhammad Nasir, Lc., S.Pd.I., telah mengeluarkan seruan penting kepada seluruh masjid di wilayah ini. Seruan tersebut mengajak untuk menggelar doa Qunut Nazilah sebagai wujud solidaritas dan doa bersama untuk rakyat Palestina yang saat ini tengah menghadapi berbagai tantangan dan konflik yang memprihatinkan.
Dalam sebuah pernyataan resmi yang dikeluarkan oleh KH. Muhammad Nasir, Lc., S.Pd.I., situasi yang sedang terjadi di Palestina dijelaskan sebagai sangat mengkhawatirkan, dengan berbagai konflik dan ketegangan yang berkepanjangan. Pernyataan tersebut menekankan urgensi dari solidaritas dan doa bersama sebagai bentuk dukungan kepada rakyat Palestina yang tengah menderita.
“Kami, Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Mandailing Natal, mendukung upaya-upaya perdamaian di Palestina dan menghimbau semua masjid di wilayah kita untuk menggelar doa Qunut Nazilah secara berjamaah sebagai bentuk dukungan moral kepada saudara-saudara kita di Palestina yang saat ini berjuang dalam kondisi yang sangat sulit,” kata KH. Muhammad Nasir, Lc., S.Pd.I.
Qunut Nazilah adalah doa khusus yang dilakukan saat shalat berjamaah dalam situasi darurat atau ketika umat Islam di seluruh dunia dihadapkan pada musibah dan penderitaan. Dalam konteks ini, Qunut Nazilah akan menjadi sarana untuk menyampaikan doa bagi perdamaian dan kesejahteraan rakyat Palestina.
KH. Muhammad Nasir, Lc., S.Pd.I. juga menambahkan, “Semoga Allah SWT memberikan perlindungan dan kekuatan kepada saudara-saudara kita di Palestina, serta membuka jalan menuju perdamaian yang berkelanjutan. Marilah kita bersatu dalam doa agar rakyat Palestina dapat hidup dalam keamanan dan kesejahteraan.”
Upaya seperti ini menunjukkan kepedulian dan perhatian dari MUI Kabupaten Mandailing Natal terhadap isu global yang memerlukan solidaritas dan dukungan seluruh umat Muslim di seluruh dunia. Melalui doa Qunut Nazilah, diharapkan rakyat Palestina dapat meraih kesejahteraan dan perdamaian yang mereka harapkan. (Yogo Tobing)






