muisumut.or.id-Medan, Pada Rabu, 12 Syawal 1444 H/03 Mei 2023 M, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Sumatera Utara (SU) menggelar acara Halal Bi Halal dengan tema “Pemantapan Idul Fitri dan Ukhuwah Islamiyah” di Aula MUI SU, mulai pukul 09.00 hingga selesai WIB. Acara ini dihadiri oleh berbagai ormas Islam, tokoh agama, serta pejabat pemerintah setempat.
Dalam sambutan pembukaannya, Asisten I Bidang Pemerintahan Kesejahteraan Rakyat, Drs. Basarin Yunus Tanjung, M.Si, menyampaikan harapan agar Idul Fitri menjadi kemenangan bagi umat Islam yang telah melaksanakan ibadah puasa di bulan Ramadan. Halal bi halal dijadikan momentum untuk saling memaafkan, menyatukan langkah, dan semangat kebersamaan dalam membangun daerah Sumatera Utara yang dicintai.
Ia juga memohon maaf atas segala khilaf dan kesalahan yang terjadi kepada MUI Sumatera Utara, serta berharap agar visi dan misi pemerintah provinsi Sumatera Utara yang maju, aman, dan bermartabat dapat terwujud dalam kehidupan masyarakat.
Ketua Umum MUI Sumut, Dr. H. Maratua Simanjuntak, dalam sambutannya mengapresiasi kehadiran empat ormas Islam yang memberikan tausyiah pada acara ini. Menurutnya, keberadaan ormas-ormas Islam menjadi modal untuk memelihara ukhuwah Islamiyah yang penting bagi umat Islam.
“Dalam halal bi halal kali ini ada empat yang memberikan tausyiah. Kita bersyukur dari masing-masing ormas Islam memberikan tausyiahnya. Ini menjadi modal kedepan untuk memelihara ukhuwah Islamiyah. Karena MUI tidak ada kalau tidak ada ormas-ormas Islam”, ungkap Dr. Maratua.
Keempat tokoh ormas tersebut ialah Sariman Al Faruq perwakilan dari Nahdlatul Ulama, Dr. Hasbi perwakilan dari Al Ittihadiyah, Dr. H. Dedi Iskandar Batubara perwakilan dari Al Washliyah dan yang terakhir Prof. Dr. H. Hasyimsyah Nasution perwakilan dari Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumatera Utara.

Dr. Maratua juga menekankan pentingnya tasawuf dalam memperkuat akidah dan syariat Islam. Selain itu, ia menyerukan pentingnya silaturahim yang baik dan harus diwariskan kepada generasi selanjutnya.
“Kita sadar Islam itu akarnya iman, islam, dan ikhsan. Kalau bicara sempurna akidah dan syariat saja tanpa tasawuf tidak akan mencapai sempurna. Silaturahim ini tidak bisa hanya sekadar salaman. Kita harus peduli dengan silaturahim karena saat ini silaturahim kita umat Islam bisa dibilang sedang tidak baik-baik saja,” ucap Dr. Maratua.
Di samping itu, Dr. Maratua juga mengungkapkan bahwa acara Halal Bi Halal MUI Provinsi Sumatera Utara ini diharapkan dapat memperkuat persaudaraan dan kerukunan umat Islam di wilayah tersebut. Semoga silaturahim yang terjalin dapat terus dijaga dan ditingkatkan demi terciptanya masyarakat yang berakhlak mulia dan sejahtera. “Kita wariskan silaturahim yang baik untuk anak-anak kita. MUI harus khawatir meninggalkan anak cucu yang lemah. Lemah dari segi ilmu, segi ekonomi, apalagi lemah dari segi akidah, kita harus khawatir. Semoga Allah memberikan hidayah bagi kita di idul fitri ini,” ucap Dr. Maratua. (Yogo Tobing)






