muisumut.or.id-Medan, 2 November 2023 – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Sumatera Utara menggelar Seminar Focus Group Discussions (FGD) dengan tema “Melawan Islamophobia untuk Dunia Islam yang Berkeadaban.” Acara ini berlangsung di Aula MUI Provinsi Sumatera Utara pada Sabtu, 4 November 2023.
Ketua Panitia, K.H Akhyar Nasution, Lc, M.A, yang juga merupakan Kabid HLNKI MUI Sumut, melaporkan bahwa peserta yang hadir terdiri dari ketua-ketua komisi, beberapa orang ketua bidang, sekretaris komisi, dan beberapa undangan dari Muhammadiyah, Nahdatul Ulama, al-Waliyah Jamiatul Wasliah, dan Persis, serta beberapa teman dari HLNKI.
Akhyar Nasution berharap, “Kita berharap semua guru, doktor, dan guru besar yang hadir dapat memberikan kontribusi berharga pada acara ini. Dana acara berasal dari APBD Provinsi Sumatera Utara, dan jumlah peserta, termasuk peserta dan panitia, mencapai sekitar 50 orang. Kami berharap acara ini berjalan sukses, dan kami berharap Buya Ketua MUI Provinsi Sumatera Utara sebagai keynote speaker pada hari ini dapat membuka acara kita.”
Ketua Umum MUI Sumut, Dr. H. Maratua Simanjuntak, membuka acara dengan pidato mengenai islamophobia dan pentingnya melawannya. Ia menekankan bahwa islamophobia telah muncul sejak peristiwa di Amerika Serikat dan telah mempengaruhi persepsi publik terhadap Islam.
Dr. Maratua Simanjuntak menjelaskan, “Islamophobia memengaruhi terutama mereka yang memiliki pengetahuan Islam yang minim. Kita sering mendengar orang-orang mengatakan seseorang adalah Muslim hanya karena terdaftar sebagai Muslim dalam KTP, sementara pengetahuan dan iman mereka mungkin rendah. Hal ini telah menciptakan ketakutan terhadap Islam di kalangan orang Muslim sendiri.”
Beliau juga menyoroti konflik antara Israel dan Palestina dan menekankan pentingnya mendukung Palestina dalam perjuangan mereka. Dr. Maratua Simanjuntak merasa perlu untuk merespon islamophobia secara bijak dan menciptakan pemahaman yang lebih baik tentang Islam.
Acara ini berlanjut dengan diskusi panel yang melibatkan narasumber dari berbagai disiplin ilmu, termasuk Prof. Dr. Sudarno Abdul Hakim, yang membahas berbagai aspek islamophobia dan cara melawannya. Acara ditutup dengan seremoni penyerahan sertifikat dan cenderamata kepada narasumber. Seminar FGD ini menjadi platform yang penting dalam mengatasi islamophobia dan mempromosikan pemahaman yang lebih baik tentang Islam di masyarakat Sumatera Utara dan Indonesia secara lebih luas. (YT)






