Medan, muisumut.or.id – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Utara menyatakan dukungannya terhadap Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia dan Bangga Berwisata di Indonesia. Dukungan ini disampaikan oleh Ketua Bidang Informasi dan Komunikasi (Infokom) MUI Sumut, Akmaluddin Syahputra, saat mengikuti acara Harvesting Gerakan Bangga Buatan Indonesia & Bangga Berwisata di Indonesia yang diprakarsai Bank Indonesia pada Rabu, 3 Juli 2024, di Istana Maimun.
Dalam kesempatan tersebut, Akmaluddin Syahputra mengunjungi beberapa stand, khususnya Herbitran Infratani UMKM Hijau, yang diikuti oleh lima pesantren. Pesantren Darul Arafah, misalnya, membawa bibit cabai keriting yang dikelola oleh Ustaz Zikri. Pesantren ini memiliki 1.200 pohon cabai yang ditanam di Lau Bakeri, serta memproduksi beberapa jenis sabun. “Kami juga menjualnya dengan harga pasaran,” jelas Zikri.


Pendiri Pondok Pesantren Tahfiz Quran Taruna Alqolam, Ustaz Ari Andoko, memilih kedelai sebagai komoditas bisnisnya, mulai dari pembuatan tempe hingga minyak kedelai. Selain itu, stand tersebut juga memamerkan berbagai bibit tanaman dari Pesantren Darussalam, lele asap dari Pesantren Hidayatullah, dan air mineral dari Pesantren Raudhatul Hasanah.


Pusat Pengembangan Wakaf Produktif (P2WP) MUI Sumut memiliki wadah UMKM yang disebut “Komunitas 99 UMKM”, yang salah satu fungsinya adalah membantu pemasaran produk UMKM. Akmaluddin Syahputra, yang juga merupakan bagian dari P2WP, menjajaki beberapa produk pesantren untuk dipasarkan melalui P2WP. Salah satunya adalah rencana kerja sama dengan Pesantren Kuala Madu terkait pemasaran air mineral bermerek Barakah. Manager Barakah, Ustaz Suhardi, menyambut baik kerja sama tersebut. “Kami juga menerima pesanan dari UIN Sumatera Utara. Insya Allah kami sangat senang bisa bekerja sama dengan P2WP,” ujarnya.
Akmaluddin Syahputra juga memberikan apresiasi kepada Bank Indonesia yang terus konsisten membantu perekonomian, khususnya di lingkungan pesantren-pesantren.
4o






