Medan, muisumut.or.id., 09 November 2024 – Komisi Perempuan, Remaja, dan Keluarga (KPRK) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Utara mengadakan Dialog Interaktif bertajuk “Pendidikan Politik bagi Perempuan” pada Sabtu, 9 November 2024. Acara ini bertujuan memperkaya wawasan politik bagi kaum perempuan dengan menekankan pentingnya moralitas dalam berpolitik dan pemilihan kepala daerah yang bermartabat.
Dra. Rusmini, MA, Ketua Bidang KPRK, menyampaikan bahwa tujuan utama kegiatan ini adalah memberikan pemahaman terkait aturan dan tata cara Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak. “Kita ingin perempuan dapat menggunakan hak pilihnya dengan penuh tanggung jawab dan memahami aturan yang berlaku. Selain itu, tujuan lainnya adalah untuk menyebarluaskan pentingnya politik yang bermoral, sehingga kita semua dapat menggunakan hak pilih kita secara bermartabat dan bijaksana,” ungkap Rusmini.
Ketua Umum MUI Sumut, Dr. Maratua Simanjuntak, hadir sebagai keynote speaker dan menyampaikan sambutannya dengan menceritakan pengalamannya dalam mempertimbangkan masuk ke dunia politik praktis. Beliau mengenang saat pertama kali diminta untuk terjun ke politik praktis oleh institusi IAIN, dan dirinya memutuskan untuk bertanya kepada gurunya, Tuan Syekh Halim Hakim dari Pesantren Mustafawiyah. Dalam pertemuan tersebut, Syekh Halim Hakim menanggapi pertanyaan Maratua dengan bijaksana, “Apa gunanya menurut kamu?” Dr. Maratua pun menjawab, “Selama ini saya berkhutbah, tapi khutbah saya tidak punya pengaruh politik. Namun, jika saya berbicara sebagai anggota DPR, tentu ceramah saya akan lebih berpengaruh.” Mendengar itu, Syekh Halim memberikan restu, mengatakan, “Jika ada manfaatnya, silakan.”
Dalam acara yang dihadiri para tokoh perempuan, akademisi, dan aktivis, Dr. Maratua juga menegaskan bahwa politik adalah bentuk siyasah dan strategi. “Politik bukan semata-mata tentang kekuasaan, namun merupakan bagian dari usaha memperjuangkan nilai-nilai yang baik untuk kemaslahatan umat. Perempuan harus berperan aktif dan memiliki pengetahuan politik agar mampu memberi dampak positif,” tambahnya.
Dialog ini yang mengahadirkan Narasumber pertama Prof. Dr. Hasyim Purba, M.Hum yang membicarakan Problematika Hukum dan Efektifitas Pelaksanaan Demokrasi dalam Pilkada Serentak dan Ketua KPU Sumut, Agus Arifin yang mesosialisasikan Pelaksanaan Pilkada Serentak. Hal ini diharapkan dapat menjadi langkah awal bagi perempuan untuk semakin aktif dan terdidik dalam bidang politik, serta berkontribusi dalam pemilihan yang adil, moral, dan sesuai dengan nilai-nilai Islam.






