Sunday, February 1, 2026
spot_img

MUI Sumut Gelar FGD Persiapan Penelitian Peta Dakwah di Daerah Perkebunan Simalungun

Medan, muisumut.or.id., 13 November 2024 – Bidang/Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Sumatera Utara mengadakan Focus Group Discussion (FGD) di Kantor MUI Sumut, Jalan Sutomo, Medan. Diskusi ini bertujuan untuk mempersiapkan penelitian pemetaan atau mapping dakwah di Kabupaten Simalungun, khususnya di wilayah perkebunan. FGD yang dilaksanakan pada Rabu, 13 November 2024, ini dihadiri oleh berbagai tokoh dan pengurus MUI Sumut, termasuk Wakil Ketua Umum MUI Sumut, Dr. H. Ardiansyah, Lc., MA., sebagai Keynote Speaker, Ketua Bidang Dakwah, Prof. Dr. H. Mohammad Hatta, serta Sekretaris Bidang Dakwah, Dr. H. Sugeng Wanto, M.Ag.

Dalam sambutannya, Dr. H. Ardiansyah, Lc., MA., menekankan pentingnya memahami strategi dan metode dakwah yang sesuai dengan kondisi masyarakat di daerah perkebunan. “Para da’i perlu mengetahui kondisi mad’u atau masyarakat yang akan dihadapi, yang bervariasi dari segi ekonomi, budaya, suku, dan agama. Perbedaan-perbedaan ini membutuhkan pendekatan dakwah yang beragam dan disesuaikan dengan karakteristik masyarakat setempat,” jelasnya.

Dr. Sugeng Wanto, M.Ag., selaku Sekretaris Bidang Dakwah, menyampaikan bahwa penelitian pemetaan dakwah tahun 2024 ini adalah penelitian keempat yang dilakukan oleh MUI Sumut, setelah sebelumnya sukses diadakan di daerah perkotaan, komunitas minoritas, dan wilayah pesisir pantai. Tahun ini, fokus penelitian adalah wilayah perkebunan, dengan harapan dapat menyusun peta dakwah yang komprehensif untuk daerah Simalungun. “Kami berharap penelitian ini dapat menghasilkan buku keempat sebagai referensi dakwah yang bermanfaat bagi seluruh umat,” ujar Dr. Sugeng.

FGD ini juga menjadi persiapan bagi pelaksanaan penelitian lapangan yang akan dilaksanakan pada Sabtu, 16 November 2024, di lima wilayah perkebunan di Kabupaten Simalungun. Prof. Dr. H. Mohammad Hatta, Ketua Bidang Dakwah MUI Sumut, dalam arahannya meminta para anggota komisi dakwah untuk melaksanakan tugas penelitian dengan penuh tanggung jawab. “Hasil dari penelitian ini diharapkan menjadi terobosan dan solusi bagi tantangan dakwah di wilayah perkebunan, yang memiliki kondisi sosial dan ekonomi berbeda dibandingkan wilayah lainnya,” ungkap Prof. Hatta.

Penelitian pemetaan dakwah ini diharapkan dapat memberikan wawasan mendalam bagi MUI Sumut dalam merancang program dakwah yang efektif dan relevan bagi masyarakat di wilayah-wilayah khusus seperti perkebunan. MUI Sumut berharap hasil dari penelitian ini akan menjadi panduan strategis dalam menyebarkan nilai-nilai Islam yang inklusif dan merangkul keberagaman yang ada di Sumatera Utara.

Related Articles

Stay Connected

4,203FansLike
3,912FollowersFollow
12,200SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles