muisumut.or.id, Jakarta, 26 Juli 2025 — Milad ke-50 Majelis Ulama Indonesia (MUI), menggelar Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) MUI Provinsi se-Indonesia yang berlangsung di Pondok Asrama Haji, Jakarta Timur. Forum ini menjadi momen penting bagi MUI se-Tanah Air untuk memperkuat konsolidasi kelembagaan serta menyelaraskan arah dan tata kelola organisasi ke depan.
Dalam Rakornas tersebut, MUI Provinsi Sumatera Utara turut ambil bagian dengan menghadirkan Ketua Umum Dr. H. Maratua Simanjuntak, Sekretaris Umum Prof. Dr. Asmuni, MA, dan Bendahara Umum Drs. H. Sotar Nasution, MBH sebagai perwakilan resmi.
Rapat yang dibuka secara resmi oleh Ketua Badan Pembinaan dan Pengembangan Organisasi (BPPO) MUI Pusat, KH Sholahuddin Al Aiyub, M.Si, membahas sejumlah agenda strategis, termasuk penyesuaian peraturan organisasi, pedoman pemilihan pengurus, dan penguatan tata kelola keuangan serta kode etik pengurus MUI.

“Melalui forum ini, kami menyosialisasikan peraturan organisasi terbaru, termasuk perubahan teknis pemilihan pengurus di semua tingkatan, mulai dari pusat hingga kecamatan. Ini menjadi pedoman baku agar seluruh jajaran MUI memiliki standar yang seragam dan profesional,” ujar KH Aiyub.
Lebih jauh, ia menyoroti pentingnya akuntabilitas publik, khususnya dalam hal pengelolaan dana MUI yang berasal dari APBN maupun APBD. Menurutnya, transparansi keuangan adalah kunci menjaga kepercayaan masyarakat terhadap MUI sebagai lembaga keulamaan yang kredibel.
Kami dorong seluruh MUI provinsi menerapkan sistem pengelolaan keuangan yang sesuai aturan nasional. Ini adalah bentuk pertanggungjawaban kita kepada umat,” tegasnya.
Salah satu fokus utama lainnya adalah penguatan Kode Etik Pengurus MUI dan revitalisasi Mahkamah Etik sebagai lembaga penegak integritas internal. Hal ini dinilai penting dalam menjaga marwah ulama dan menjawab tantangan moral di era digital dan keterbukaan informasi.
“Konsolidasi etik ini agar tidak hanya menjadi formalitas, tetapi menjadi budaya organisasi yang kuat. Kita ingin MUI tetap menjadi rujukan moral dan keilmuan yang bermartabat,” tambahnya.
Rakornas ini juga menjadi ruang diskusi berbagai isu aktual nasional maupun daerah yang membutuhkan respons strategis MUI secara kolektif. Dengan semangat sinergi dan kebersamaan, MUI berharap dapat terus hadir sebagai penjaga nilai, pemersatu umat, dan mitra strategis pemerintah dalam pembangunan bangsa.






