muisumut.or.id, Jakarta, 26 Juli 2025 — Majelis Ulama Indonesia (MUI) memperingati Milad ke-50 tahun (Milad Emas) dengan penuh khidmat dalam kegiatan Tasyakur Milad Setengah Abad MUI yang digelar di Hotel Sari Pacific, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (26/7/2025). Puncak peringatan ini menjadi ajang refleksi perjalanan lima dekade perjuangan ulama dalam membangun lembaga keulamaan yang kokoh, moderat, dan berwawasan kebangsaan.
Dalam kesempatan ini, turut hadir pimpinan MUI Provinsi Sumatera Utara, yakni Ketua Umum Dr. H. Maratua Simanjuntak beserta istri, Sekretaris Umum Prof. Dr. Asmuni, MA, dan Bendahara Umum Drs. H. Sotar Nasution, M.HB. Kehadiran mereka menjadi bagian dari 593 peserta undangan dari seluruh Indonesia, yang terdiri dari unsur pimpinan MUI pusat dan daerah, tokoh-tokoh ormas Islam, akademisi, serta perwakilan lembaga negara.
Ketua Umum MUI Pusat, KH Anwar Iskandar, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas peran strategis yang terus dimainkan MUI dalam menjawab tantangan umat melalui fatwa dan kebijakan keulamaan.
“Terima kasih kepada para mujtahid yang tergabung dalam Komisi Fatwa MUI. Selama 50 tahun, mereka telah memberikan jawaban terhadap persoalan umat dengan mengedepankan kemaslahatan dan nilai-nilai syariah,” ujar Kiai Anwar.
Ia menekankan pentingnya fatwa sebagai pedoman kehidupan umat agar selamat di dunia dan akhirat, serta memperingatkan bahaya jika urusan agama ditangani oleh yang tidak berkompeten.
“Begitu pentingnya fatwa ini, sampai Allah SWT memberikan perintah agar urusan agama hanya ditanyakan kepada mereka yang memiliki otoritas. Jika orang yang bukan ahli menjawab persoalan agama, itu musibah besar,” tegasnya.
Kiai Anwar juga secara resmi membuka kegiatan tahunan International Annual Conference on Fatwa MUI Studies yang menjadi rangkaian utama dalam Milad ke-50 ini, dengan tema “Peran Fatwa dalam Mewujudkan Kemaslahatan Bangsa.” Acara ini diikuti oleh 125 akademisi, peneliti, dan tokoh fatwa dari dalam dan luar negeri, termasuk Sekjen Fatwa Darul Ifta Mesir, Syeikh Owaidlah Utsman, dan perwakilan MKI Malaysia, Arif Saleh Rosman.
Sementara itu, Ketua Umum MUI Sumut Dr. H. Maratua Simanjuntak menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan Milad Emas ini sebagai momentum memperkuat jejaring dan komitmen antar-MUI se-Indonesia.
“Ini momentum sangat berharga. Kita bukan hanya mengenang sejarah, tapi juga memperbarui tekad bersama untuk terus memperjuangkan kemaslahatan umat melalui dakwah, fatwa, dan pelayanan sosial keumatan,” ujarnya.
Rangkaian Milad ke-50 MUI juga meliputi ziarah makam tokoh MUI, pengajian nasional, pengobatan gratis, serta peluncuran program-program strategis dalam bidang fatwa, dakwah, dan penguatan organisasi.






