Simalungun, muisumut.or.id., 16 November 2024 – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Utara, melalui Bidang/Komisi Dakwah, menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Problematika Dakwah Masyarakat Muslim di Daerah Perkebunan”. Kegiatan ini merupakan bagian dari penelitian pemetaan dakwah Tahun 2024 yang difokuskan pada wilayah Kabupaten Simalungun.
Dipimpin langsung oleh Ketua Bidang Dakwah, Prof. Dr. H. Mohd. Hatta, FGD ini dilaksanakan di Mess Staf Perkebunan Bah Jambi dan dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat, termasuk Kepala Sub Bagian Sekretariat dan Hukum PTPN IV Regional 2, Bapak Fardi Nanda Sanjaya, SH, MH, yang menyampaikan dukungannya terhadap kegiatan tersebut.
“Kami sangat mendukung kegiatan ini karena sangat relevan untuk membantu para dai dalam memahami dan menangani problematika dakwah yang ada di wilayah perkebunan, khususnya di bawah naungan PTPN IV Regional 2,” ujar Fardi Nanda Sanjaya dalam sambutannya.
Peserta dan Lokasi Kegiatan
Kegiatan ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kabupaten Simalungun, pengurus MUI Kabupaten Simalungun, perangkat pemerintahan desa (pangulu), serta perwakilan organisasi masyarakat Islam seperti Nahdlatul Ulama, Al Jam’iyatul Washliyah, dan Muhammadiyah. Selain itu, turut hadir para da’i, da’iyah, penyuluh Kementerian Agama, mudim perkebunan, dan pengurus MTSI Perkebunan.
Acara ini berlangsung di lima lokasi perkebunan, yaitu:
- Perkebunan Bah Jambi, Kecamatan Jawa Maraja Bah Jambi
- Perkebunan Balimbingan, Kecamatan Tanah Jawa
- Perkebunan Bahbutong, Kecamatan Sidamanik
- Perkebunan Dolsin, Kecamatan Hutabayu Raja
- Perkebunan Sei Manke, Kecamatan Bosar Maligas
Hasil Diskusi dan Rencana Dokumentasi
FGD ini mendapatkan sambutan hangat dari masyarakat, khususnya para dai yang merasa kunjungan ini menunjukkan perhatian besar dari MUI Sumatera Utara terhadap kondisi dakwah di wilayah perkebunan. Diskusi yang berlangsung interaktif mengidentifikasi berbagai tantangan dakwah, termasuk minimnya akses sarana dakwah dan perbedaan budaya di komunitas perkebunan.
Sebagai tindak lanjut, hasil dari penelitian ini akan didokumentasikan dalam sebuah buku. Buku ini diharapkan menjadi panduan bagi semua pihak dalam menyusun strategi dan solusi untuk menyelesaikan berbagai permasalahan dakwah di kawasan perkebunan.
Komitmen MUI Sumut
MUI Sumatera Utara berkomitmen untuk terus memperhatikan kondisi dakwah di daerah-daerah terpencil, termasuk di wilayah perkebunan. Dengan adanya data yang terstruktur, diharapkan strategi dakwah ke depan dapat lebih tepat sasaran dan bermanfaat bagi umat.
Acara ini menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antara ulama, dai, dan masyarakat dalam mendukung dakwah Islam di Kabupaten Simalungun, khususnya di daerah perkebunan yang memiliki tantangan unik. (Sug)






