muisumut.or.id., Medan, 26 Juli 2025 — Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Sumatera Utara menggelar Pelatihan Kader Kerukunan Umat Beragama bagi Pelajar Tingkat SLTA/Sederajat se-Kota Medan, yang berlangsung di Hotel Grand Kanaya, Medan. Kegiatan ini diikuti oleh 110 peserta dari 11 lembaga pendidikan tingkat SLTA/sederajat, dan dilaksanakan mulai pukul 08.00 hingga 14.00 WIB.
Acara dibuka secara resmi oleh Drs. H. Palit Muda Harahap, MA, mewakili Ketua Umum MUI Sumut. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya pelestarian kerukunan, baik internal sesama umat Islam maupun eksternal antar umat beragama, sebagai modal sosial yang sangat potensial dalam pembangunan bangsa.

“Sebagai bangsa yang besar, yang mayoritasnya adalah umat Islam, maka merawat kerukunan adalah kewajiban bersama. Pelajar adalah etalase bangsa ke depan. Maka penguatan nilai-nilai kerukunan menjadi wajah kehidupan bangsa di masa depan,” tegas Palit Muda Harahap.
Ia juga menyayangkan masih maraknya peristiwa tawuran antar pelajar, penyalahgunaan narkoba, dan tindak kekerasan seperti begal, yang mencerminkan rapuhnya kesadaran akan nilai-nilai kebersamaan. Oleh karena itu, kegiatan pelatihan ini diharapkan dapat menjadi langkah strategis untuk menanamkan kesadaran tentang pentingnya kerukunan dalam bingkai NKRI.
Materi Pelatihan: Penguatan Nilai Kerukunan dan Problematika Remaja
Pelatihan ini menghadirkan dua narasumber utama:
-
Prof. Dr. Mesiono, yang membawakan materi “Kehidupan Beragama di Kalangan Generasi Muda: Problema dan Penguatannya”
-
Dr. Muhammad Qorib, MA, dengan materi “Penguatan Nilai-nilai Kerukunan Umat Beragama di Kalangan Pelajar”
Selain itu, sesi tanya jawab dan dialog interaktif menjadi bagian penting dalam proses penguatan karakter pelajar sebagai agen perdamaian.
Kegiatan ini diselenggarakan oleh Bidang Kerukunan Antar Umat Beragama (KAUB) MUI Sumut, dan ditutup dengan pernyataan komitmen peserta untuk menjadi pelopor kerukunan di lingkungan sekolah dan masyarakat.
Dengan terlaksananya kegiatan ini, MUI Sumut berharap akan lahir generasi muda yang cerdas, toleran, dan berakhlak mulia, yang mampu menjaga harmoni dan memperkuat persatuan bangsa di tengah kemajemukan Indonesia.






