muisumut.or.id-Medan, Majelis Ulama Indonesia Sumatera Utara mengajukan permintaan kepada pemerintah untuk memberikan perhatian serius terhadap kondisi kehidupan warga di Pulau Rempang, Kepulauan Riau. Permintaan ini muncul seiring dengan berkurangnya pasokan pangan dan sembako bagi penduduk Pulau Rempang, terutama setelah kabar mengenai potensi pengosongan wilayah tersebut pada tanggal 28 September lalu.
Dalam rangka menindaklanjuti perkembangan tersebut, Anggota Ombudsman RI, Johanes Widijantoro, menyatakan niatnya untuk berkoordinasi dengan perwakilan Ombudsman di Kepulauan Riau. Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa kebutuhan pangan dan sembako penduduk Pulau Rempang dapat tetap terpenuhi.
Ketua Umum MUI Sumut, Dr. Maratua Simajuntak, bersama dengan Wakil Ketua, Dr. Ardiansyah, yang juga merupakan juru bicara MUI Sumut, mengungkapkan keprihatinan mereka terhadap situasi tersebut dalam sebuah konferensi pers yang digelar pada hari Senin (2/10).
Dr. Ardiansyah mengingatkan tentang pentingnya tolong-menolong dalam kebaikan, mengacu pada riwayat Shahih Al-Bukhari yang menggambarkan bahwa memberi minum kepada seekor anjing yang kehausan saja dapat menjadi sebab seseorang masuk surga Allah. Sebaliknya, menyiksa atau mengurung kucing hingga mati kelaparan karena alasan pribadi dapat membawa konsekuensi buruk.
“Kisah hadis ini memberi kita pelajaran bahwa menyelamatkan jiwa makhluk hidup, termasuk manusia, adalah tindakan mulia yang akan mendatangkan pahala yang besar,” ungkap Dr. Ardiansyah.
Ia juga menyoroti pentingnya menjaga nyawa manusia, mengutip ayat Al-Qur’an yang menyatakan bahwa jika seseorang membunuh satu jiwa, itu seolah-olah ia telah membunuh seluruh umat manusia. Sebaliknya, jika seseorang memelihara satu jiwa, itu seolah-olah ia telah memelihara seluruh umat manusia.
“Oleh karena itu, adalah kewajiban kita semua untuk saling membantu dalam kebaikan. Terutama, pemerintah memiliki tanggung jawab untuk menjamin kesejahteraan dan kelangsungan hidup rakyatnya, karena mereka dipilih dan diberikan kepercayaan oleh rakyat,” tambah Dr. Ardiansyah.
Dalam penutupannya, Dr. Ardiansyah mengajak semua elemen masyarakat untuk bersatu tangan dalam memberikan bantuan kepada saudara-saudara sebangsa di Pulau Rempang yang sedang menghadapi kesulitan, khususnya karena persediaan pangan mereka semakin menipis. Ia berharap bahwa upaya kolaboratif ini akan membantu meringankan beban yang dihadapi oleh warga Pulau Rempang yang terancam kelaparan. (Yogo Tobing)






