Wednesday, February 4, 2026
spot_img

Muzakarah MUI Sumut: I’tikaf dalam Pandangan Ahli Fikih dan Tasawuf oleh Dr. H. M. Amar Adly, Lc., M.A.

Medan, muisumut.or.id 23 Maret 2025 – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Sumatera Utara menggelar muzakarah yang mengupas tuntas tema penting mengenai I’tikaf dalam perspektif Ahli Fikih dan Tasawuf. Acara ini bertujuan untuk memperdalam pemahaman tentang makna, hukum, dan keutamaan I’tikaf, terutama di bulan suci Ramadan.

Definisi I’tikaf
I’tikaf adalah ibadah sunnah yang dilakukan dengan berdiam diri di masjid untuk mendekatkan diri kepada Allah. Dr. H. M. Amar Adly, Lc., M.A., menjelaskan bahwa I’tikaf melibatkan berbagai amalan seperti tadarus Al-Qur’an dan qiyamulail (salat malam). Meskipun terdapat variasi definisi di antara berbagai madzhab, tujuan utama I’tikaf tetap sama, yaitu beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah.

Dalil dan Keutamaan I’tikaf
Para peserta muzakarah merujuk pada hadits-hadits sahih yang menunjukkan praktik I’tikaf yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW, terutama pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadan. Salah satu keutamaan I’tikaf adalah kesempatan untuk meraih malam Lailatul Qadar, yang diyakini lebih baik dari seribu bulan. Hal ini menjadi motivasi bagi umat Islam untuk melaksanakan I’tikaf dengan penuh kesungguhan.

Hukum dan Rukun I’tikaf
Hukum I’tikaf pada dasarnya adalah sunnah, namun dapat menjadi wajib jika dinazarkan. Muzakarah ini juga membahas rukun dan syarat I’tikaf yang harus dipenuhi agar ibadah ini sah, termasuk niat, berdiam di masjid, dan memenuhi syarat-syarat tertentu. Penjelasan ini bertujuan untuk memberikan panduan yang jelas bagi umat Islam dalam melaksanakan I’tikaf.

I’tikaf dalam Aktivitas Suluk
Muzakarah ini juga mengulas I’tikaf dalam konteks tarekat dan aktivitas suluk, yang merupakan perjalanan spiritual untuk mendekatkan diri kepada Allah melalui dzikir dan doa. I’tikaf tidak hanya sekadar berdiam di masjid, tetapi juga melibatkan penghayatan spiritual yang mendalam, yang dapat memperkuat hubungan individu dengan Sang Pencipta.

Penutup
Muzakarah ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih baik tentang I’tikaf dan mendorong umat Islam untuk melaksanakan ibadah ini dengan penuh kesadaran dan keikhlasan, terutama di bulan Ramadan yang penuh berkah. Dengan demikian, diharapkan I’tikaf dapat menjadi sarana untuk meningkatkan kualitas spiritual dan keimanan umat Islam.

Related Articles

Stay Connected

4,203FansLike
3,912FollowersFollow
12,200SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles