Medan, muisumut.or.id | 16 Maret 2025 – Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Utara menggelar Muzakarah Ramadan 1446 H. Salah satu yang dibahas terkait “Al-Qur’an dalam Pendekatan Sains dan Teknologi: Mengukuhkan Aqidah dan Kehormatan Umat”. yang disampaikan Prof. Dr. Ir. Basyaruddin, MS, Guru Besar Universitas Islam Sumatera Utara (UISU) dan Direktur LPPOM MUI Sumut, di Aula MUI Jalan Majelis Ulama/Sutomo No.3, Ahad 16 Maret 2025
Muzakarah ini membahas bagaimana Al-Qur’an tidak hanya sebagai petunjuk hidup secara spiritual, tetapi juga sebagai sumber inspirasi bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Al-Qur’an dan Ilmu Pengetahuan: Perintah untuk Berpikir dan Meneliti
Dalam pemaparannya, Prof. Dr. Basyaruddin, MS menekankan bahwa Al-Qur’an telah lama mengajarkan konsep riset dan eksplorasi ilmiah, sebagaimana firman Allah dalam QS. Al-Mulk: 3:
الَّذِي خَلَقَ سَبْعَ سَمَوَاتٍ طِبَاقًا مَا تَرَى فِي خَلْقِ الرَّحْمَٰنِ مِن تَفَاوُتٍ فَٱرْجِعِ ٱلْبَصَرَ هَلْ تَرَىٰ مِن فُطُورٍ
“(Allah) yang menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Kamu tidak akan melihat pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang. Maka lihatlah berulang-ulang, adakah kamu melihat sesuatu yang cacat?”
Ayat ini menunjukkan bahwa alam semesta diciptakan dengan keteraturan yang sempurna, yang dalam sains dikenal sebagai hukum alam atau sunnatullah. Oleh karena itu, manusia diperintahkan untuk meneliti dan memahami fenomena alam guna memperoleh manfaat bagi kehidupan.
Sunnatullah sebagai Prinsip Ilmu Pengetahuan
Dalam pemaparannya, Prof. Basyaruddin menjelaskan bahwa sains dan teknologi merupakan bagian dari sunnatullah, yakni ketetapan Allah yang dapat dipelajari melalui observasi dan eksperimen. Konsep ini diperjelas dengan beberapa poin utama:
✅ Struktur Sistem Alam Semesta Menurut Al-Qur’an
- Tata surya bergerak sesuai ketetapan Allah, sebagaimana dalam QS. Yasin: 38:
وَالشَّمْسُ تَجْرِى لِمُسْتَقَرٍّ لَّهَا
“Dan matahari berjalan di tempat peredarannya. Demikianlah ketetapan (Allah) yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.” - Sistem atom memiliki pola yang mirip dengan tata surya, menunjukkan keseimbangan ciptaan Allah.
✅ Manusia Diperintahkan untuk Melakukan Riset
- Terminologi riset dalam Al-Qur’an ditemukan dalam berbagai istilah, seperti:
- Membaca (Iqra’) – QS. Al-‘Alaq: 1-5
- Melihat dan mengamati (Unzhuru, Farji’il Bashar) – QS. Yunus: 101, QS. Al-Mulk: 3
- Berpikir dan mentadabburi (Yatafakkaru, Ta’qiluun) – QS. Ali Imran: 191, QS. Ar-Ra’d: 4
✅ Integrasi Ilmu dan Keimanan
- Sains dan teknologi harus dikembangkan dengan dasar tauhid, sebagaimana firman Allah dalam QS. Ali Imran: 191:
رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هَٰذَا بَٰطِلًا سُبْحَٰنَكَ فَقِنَا عَذَابَ ٱلنَّارِ
“Ya Tuhan kami, tidaklah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.” - Kemajuan teknologi yang tidak berlandaskan nilai-nilai Islam dapat menimbulkan kerusakan moral dan lingkungan.
Dampak Implementasi Sains dan Teknologi Berbasis Al-Qur’an
Muzakarah ini juga menyoroti bagaimana sains dan teknologi yang dikembangkan dengan prinsip Al-Qur’an dapat memberikan dampak positif bagi kesejahteraan manusia. Beberapa contoh yang dibahas antara lain:
🔹 Riset dalam Pangan Halal – Pengembangan produk halal yang sehat dan thayyib.
🔹 Teknologi Transportasi – Pesawat, mobil, dan satelit yang membantu peradaban manusia.
🔹 Pemanfaatan Energi – Studi tentang energi matahari dan sumber daya alam yang selaras dengan sunnatullah.
Kesimpulan dan Ajakan
Sebagai penutup, Prof. Dr. Basyaruddin, MS mengajak umat Islam untuk:
✅ Mengembangkan ilmu pengetahuan berdasarkan nilai-nilai Al-Qur’an.
✅ Meningkatkan kesadaran akan pentingnya riset dan inovasi dalam Islam.
✅ Menjaga keseimbangan antara kemajuan teknologi dan ketakwaan kepada Allah.
Diharapkan dengan adanya muzakarah ini, umat Islam semakin memahami bahwa sains dan teknologi bukanlah sesuatu yang bertentangan dengan Islam, melainkan bagian dari sunnatullah yang harus dipelajari dan dimanfaatkan untuk kesejahteraan umat manusia.
“Dengan memahami Al-Qur’an dalam pendekatan sains dan teknologi, kita dapat mengukuhkan aqidah serta meningkatkan kehormatan umat Islam di dunia modern.”
untuk melihat video secara lengkap silahkan klik






