muisumut.or.id, Tanggal 12 Rabiul Awal merupakan hari yang sangat istimewa karena merupakan tanggal kelahiran kelahiran Nabi kita, Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam.
Ada beberapa riwayat dan pendapat perihal kapan Nabi Muhammad saw. dilahirkan. Riwayat yang paling masyhur menyebutkan kalau Nabi Muhammad saw. dilahirkan pada Tahun Gajah. Tahun dimana Raja Abrahah dengan pasukan gajahnya menyerang Ka’bah.
Namun, kapan persisnya Nabi Muhammad lahir masih menjadi perbedaan. Di kalangan umat Islam, riwayat yang paling populer menyebutkan bahwa Nabi Muhammad saw. lahir pada tanggal 12 Rabi’ul Awwal atau bertepatan dengan 29 Agustus 580 Masehi. Pendapat ini didasarkan pada sebuah riwayat Imam Ibnu Ishaq dari Sayyidina Ibnu Abbas: “Rasulullah dilahirkan di hari Senin, tanggal 12 di malam yang tenang pada bulan Rabi’ul Awwal, Tahun Gajah.”
Di dalam kitabnya al-Mukhtashar al-Kabir fi Sirah al-Rasul (1993), Imam Izuddin bin Badruddin al-Kinani menyatakan bahwa pendapat ini adalah shahih. Pendapat itu juga dikuatkan dengan riwayat Qays bin Makhramah, meski tidak disebutkan secara detil berapa tanggalnya.
Dalam sebuah hadits riwayat Imam Tirmidzi, Qays bin Makhramah mengatakan kalau dirinya dan Nabi Muhammad saw. dilahirkan pada tahun yang sama, yaitu Tahun Gajah.
Terlepas dari perdebatan kapan Rasulullah lahir, bagi umat Islam, Nabi Muhammad adalah figur yang memiliki peran terpenting dalam sejarah, penuh dengan cinta dan kasih sayang kepada umatnya. Kecintaan kepada Nabi Muhammad adalah fitrah bagi umat Islam, melebihi cinta kepada siapapun.
Di seluruh penjuru dunia, umat Islam memiliki cara unik dalam merayakan Maulid Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam.
Tunisia, Lebanon, dan Mesir memiliki tradisi maulid yang hampir sama. Selain ceramah sirah nabawiyah, ada juga tradisi bagi-bagi permen kepada orang terkasih. masyarakatnya menghidangkan hidangan istimewa seperti kue-kue yang hanya dibuat pada acara-acara khusus. Di sepanjang jalan-jalan, terdapat berbagai kios jajanan makanan yang disediakan khusus untuk anak-anak kecil agar mereka turut merayakan bulan Maulid dengan sukacita.
Masyarakat London dalam memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW juga mengadakan pawai berjamaah di jalanan kota London sembari bershalawat dan bertakbir. Jamaah yang ikut pun tidak sedikit. Dengan cara tersebut masyarakat muslim London akan lebih bersemangat berdakwah dengan mengingat juang dakwah Nabi SAW melalui peringatan maulid nabi.
Umat Muslim Turki menyelenggarakan perayaan Maulid Nabi di masjid-masjid. Mereka berbondong-bondong ke masjid untuk shalat dan membaca pujian-pujian untuk Nabi Muhammad SAW.
Sedangkan di Indonesia, khususnya di Sumatera Utara, peringatan ini biasanya dilaksanakan di masjid-masjid, di sekolah, juga di instansi pemerintah. Uniknya peringatan ini bisa berlangsung 1 bulan penuh di bulan Rabiul Awal. Biasanya pihak penyelenggara memanggil penceramah untuk memberikan tausiah seputar kehidupan Rasulullah saw, serta mengumandangkan sholawat
Namun, dalam perayaan ini, ada juga sebagian orang yang menganggapnya sebagai bid’ah dengan alasan bahwa tidak ada bukti kuat dari Rasulullah atau sahabat-sahabatnya yang merayakan ulang tahun kelahiran Nabi. Mereka mengutip hadis-hadis yang menegaskan pentingnya menjauhi bid’ah.
Yang terpenting adalah kita memahami apakah perayaan Maulid ini adalah penyimpangan dari syariat Islam atau tidak? Di banyak tempat, umat Islam berkumpul di masjid atau tempat terbuka untuk mendengarkan kuliah dari para penceramah yang berbicara tentang ajaran-ajaran Islam. Ini adalah salah satu bentuk syiar Islam yang penting. Selain itu, mereka juga bersama-sama melantunkan sholawat kepada Nabi Muhammad. Bukankah kita diperintahkan untuk bersholawat? Bukankah dengan memberikan perhatian khusus di tanggal kelahiran Nabi menimbulkan rasa cinta kita kepada Rasulullah?
Perlu diingat bahwa para ulama Salafus Saleh tidak merayakan Maulid Nabi karena mereka hidup dalam masa yang sangat dekat dengan zaman Rasulullah dan para sahabatnya. Mereka lebih fokus pada memahami dan mengikuti ajaran langsung dari Nabi.
Seiring berjalannya waktu dan berubahnya konteks sosial, beberapa ulama dan komunitas Muslim sepakat untuk merayakan Maulid Nabi sebagai cara untuk mendekatkan diri kepada ajaran Rasulullah terutama mentauladani Akhlak Rasulullah.
Ayooo Semarakkan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, teruslah jadikan tauladan






