Sunday, February 1, 2026
spot_img

Ormas Islam Menyatakan Dukungan Terhadap Tim Khusus dalam Penyelidikan Penembakan Kantor MUI

muisumut.or.id-Jakarta, Insiden penembakan yang terjadi di Kantor Majelis Ulama Indonesia pada Selasa (2/5/2023) telah menimbulkan berbagai spekulasi dan pertanyaan dari berbagai pihak. Merespons kekhawatiran dan situasi yang ada, MUI mengadakan pertemuan dengan beberapa tokoh ormas untuk memberikan penjelasan tentang kronologi kejadian dan perkembangan penanganan kasus tersebut, pada Kamis (4/5/2023).

“Kami mengadakan pertemuan ini atas permintaan tokoh-tokoh ormas yang terus menanyakan kejadian dan perkembangan kasus yang menimpa MUI,” ungkap Ketua MUI bidang Dakwah dan Ukhuwah, KH Cholil Nafis.

Dalam pertemuan tersebut, MUI menyatakan sikapnya setelah kejadian penembakan. Di satu sisi, Kiai Cholil menjelaskan bahwa MUI memandang peristiwa ini sebagai ujian dari Allah SWT. Namun di sisi lain, MUI telah membentuk tim khusus untuk menangani dua hal, yakni aspek hukum dan aspek sosial guna menjaga semangat dakwah bagi umat.

“Kami tetap berada di jalan yang benar, mempertahankan semangat berdakwah, dan memberikan kontribusi terbaik bagi bangsa dan negara,” tambahnya.

Menurut Kiai Cholil, sejumlah tokoh ormas yang hadir dalam pertemuan tersebut juga merasa khawatir dengan tindakan teror yang terjadi di Kantor MUI. Mereka mengusulkan peningkatan keamanan dan pengawasan ke depan.

Para tokoh yang hadir memberikan saran agar keamanan di MUI melibatkan teknologi keamanan digital, seperti detektor siber atau keamanan siber.

“MUI tetap menjadi rumah bagi semua, menjadi mercusuar bagi ormas-ormas. Keamanan yang ketat tidak akan menghilangkan kenyamanan dan kemudahan akses sebagai rumah bagi semua,” jelasnya.

Sementara itu, Wakil Sekretaris Jenderal MUI bidang Hukum dan HAM, Ikhsan Abdullah, menyatakan bahwa pembentukan tim khusus merupakan agenda lanjutan di internal MUI. Tim tersebut terdiri dari sembilan anggota aktif MUI, termasuk wakil ketua, ketua bidang, dan anggota pengurus lainnya.

“Tim ini dipimpin langsung oleh Ketua MUI bidang Hukum dan HAM, Prof. Noor Achmad,” tambahnya.

Ikhsan juga mengungkapkan bahwa selain mencari profil Mustafa sebagai pelaku penembakan, MUI juga sedang menyelidiki beberapa kejanggalan terkait tindakan teror tersebut. Salah satunya adalah kematian pelaku secara tiba-tiba, padahal saksi-saksi menyatakan bahwa saat ditangkap, pelaku dalam kondisi sehat.

“Kami berharap hasil visum yang dilakukan oleh dokter dapat mengungkap penyebab kematian pelaku,” harapnya.

Selain itu, terdapat laporan bahwa pelaku sebenarnya telah mengirim surat kepada Polda Metro Jaya yang berisi ancaman terhadap lembaga negara dan MUI. Namun, hingga saat ini belum ada tindakan pencegahan terkait hal tersebut.

Lebih lanjut, Ikhsan membantah anggapan publik bahwa pelaku dalam kondisi gangguan jiwa. Dia dengan tegas menyatakan bahwa pelaku secara kuat diidentifikasi sebagai aktor yang memiliki kepentingan tertentu. Bukti-bukti seperti keahlian dalam menembak, jejak rekening dengan jumlah dana yang besar, dan jejak digital yang terhubung dengan beberapa individu menunjukkan hal tersebut.

“Pelaku tidak beroperasi sendirian, dia merupakan bagian dari aktor-aktor tertentu. Hal ini berdasarkan temuan-temuan yang terus kami kembangkan,” ungkapnya. (Yogo Tobing)

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

4,203FansLike
3,912FollowersFollow
12,200SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles