muisumut.or.id-Medan, Pelatihan Dasar Diplomasi dengan tema “Mencetak Kader Umat Yang Paham Diplomasi” yang diselenggarakan oleh Bidang/Komisi Hubungan Luar Negeri dan Kerjasama Internasional (HLNKI) MUI Sumatera Utara telah berlangsung sukses pada tanggal 21 September 2023 di Aula MUI Sumut. Pelatihan ini dihadiri oleh berbagai peserta yang tertarik dalam memahami lebih dalam tentang diplomasi.
Acara ini diberikan kehormatan dengan kehadiran narasumber utama, yaitu Drs. H. Bunyan Saptomo, MA., yang juga menjabat sebagai Ketua Komisi Luar Negeri Majelis Ulama Indonesia Pusat. Dalam presentasinya, beliau membahas berbagai aspek penting mengenai diplomasi dan hubungan internasional.
Salah satu poin penting yang dibahas adalah arti kata “diplomasi”, yang diuraikan sebagai “pelaksanaan hubungan internasional antar negara dengan berpedoman pada politik luar negeri masing-masing negara.” Diplomasi, yang dilakukan oleh aktor baik pemerintah maupun non-pemerintah, menjadi inti dari hubungan internasional.
Pada sesi diskusi, Drs. H. Bunyan Saptomo menjelaskan bahwa diplomasi melibatkan berbagai elemen, termasuk kepentingan nasional dan kekuatan nasional. National Interest atau kepentingan nasional dapat berasal dari konstitusi negara atau perumusan pemerintah. Sementara National Power, menurut berbagai teori, mencakup geografi, sumber daya alam, militer, populasi, moral nasional, pemerintah, dan diplomasi.
Selain itu, pembicaraan tentang protokol dan preseance juga menjadi bagian integral dalam diplomasi. Diplomasi melibatkan berbagai gelar kehormatan, seperti Highness, Honorable, Excellency, Sir, Madame, Lady, Gentleman, dan sebagainya.
Dalam konteks Diplomasi Publik, Drs. H. Bunyan Saptomo menjelaskan bahwa itu adalah proses komunikasi langsung dengan masyarakat di luar negeri untuk memajukan kepentingan dan nilai-nilai yang diwakili oleh suatu negara atau organisasi. Ini berkaitan erat dengan komunikasi internasional, yang adalah proses pengiriman pesan melalui media tertentu untuk mencapai tujuan tertentu.
Selain itu, diplomasi publik juga memiliki hubungan erat dengan teori Public Relations (PR) dan Nation Branding (NB). PR adalah manajemen penyebaran informasi untuk memengaruhi persepsi publik, sedangkan NB adalah penerapan konsep dan teknik pemasaran perusahaan untuk meningkatkan reputasi suatu negara.
Fungsi-fungsi diplomasi yang diuraikan oleh Drs. H. Bunyan Saptomo mencakup perwakilan, promosi, perlindungan, negosiasi, penyelidikan, dan pelaporan. Diplomasi juga membahas sejarah diplomasi dari masa Mesir kuno hingga era paska Perang Dingin, dengan penekanan pada peran utusan dalam menjalankan diplomasi.
Acara pelatihan ini memberikan wawasan yang berharga tentang dunia diplomasi dan hubungan internasional kepada peserta, yang diharapkan dapat menjadi kader umat yang paham dan mampu menjalankan diplomasi dengan baik untuk kepentingan negara dan masyarakat. (Yogo Tobing)






