Medan, muisumut.or.id., 30 Desember 2024 – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Utara menggelar Seminar Terbatas Urgensi Jadwal Waktu Sholat dari Berbagai Aspek Kajian di Hotel Grand Mercure, Senin, 28 Jumadil Akhir 1446 H / 30 Desember 2024. Seminar ini menghadirkan tiga narasumber ahli, yaitu Dr. H. Arso, SH, M.Ag, Drs. Ahmad Sanusi Lukman, LC, MA, dan Dr. Ardiansyah, LC, MA.
Ketua Panitia, yang juga menjadi narasumber, menyampaikan bahwa MUI memiliki tanggung jawab besar dalam menentukan awal bulan hijriah dan jadwal waktu sholat. “Meskipun tugas ini berada di bawah Kementerian Agama, namun tetap memerlukan persetujuan dari MUI. Oleh sebab itu, MUI Sumut telah membentuk tim khusus dan selama 15 tahun secara konsisten menerbitkan kalender hijriah,” ujarnya.
Dr. H. Arso, SH, M.Ag menyoroti pentingnya pemahaman umat Islam terhadap ilmu falak (astronomi Islam). “Ilmu Hisab tidak hanya membantu menentukan waktu ibadah, tetapi juga memperkenalkan kehebatan benda-benda langit sebagai tanda-tanda kekuasaan Allah. Ini dapat memperkuat keyakinan dan keimanan kita kepada Sang Pencipta,” jelasnya.
Dalam paparannya, Dr. Arso mengutip hadis yang diriwayatkan oleh HR. At-Thabrani, yang menyatakan bahwa “Sebaik-baik hamba Allah adalah mereka yang selalu memperhatikan matahari dan bulan untuk mengingat Allah.” Ia juga menambahkan perkataan Ali bin Abi Thalib, “Barang siapa mempelajari ilmu pengetahuan tentang bintang-bintang (benda-benda langit), sedangkan ia sudah memahami Al-Qur’an, niscaya bertambah iman dan keyakinannya.”
Ketua Umum MUI Sumatera Utara yang turut hadir dalam seminar tersebut, menegaskan pentingnya kegiatan ini untuk membahas berbagai perbedaan pandangan mengenai waktu sholat dan awal bulan hijriah. “Di Indonesia, perbedaan pandangan ini dibiarkan sebagai bagian dari kebebasan ilmiah dan keagamaan. Namun, di beberapa negara Islam, perbedaan waktu sangat dibatasi, termasuk dalam pelaksanaan ibadah lainnya. Indonesia, dengan keragamannya, perlu memanfaatkan kelebihan ini sambil menutup kelemahannya,” jelasnya.

Ia berharap seminar ini mampu menghasilkan pemahaman yang lebih mendalam dan menyatukan persepsi dalam menetapkan jadwal waktu sholat. “Semoga seminar terbatas ini memberikan manfaat yang besar bagi umat Islam, khususnya di Sumatera Utara,” pungkasnya.
Acara ini diakhiri dengan diskusi interaktif antara narasumber dan peserta, yang dihadiri oleh ulama, akademisi, dan praktisi ilmu falak. Seminar ini diharapkan mampu memperkuat pemahaman umat terhadap dasar-dasar penentuan waktu ibadah dalam Islam serta mendorong penerapan jadwal sholat yang lebih akurat dan terstandarisasi.
Peluncuran Jadwal Sholat Terbaru
Sebelum seminar dimulai, MUI Sumatera Utara secara resmi meluncurkan Jadwal Waktu Sholat Terbaru yang telah disusun berdasarkan perhitungan ilmu hisab dan kajian mendalam dari tim ahli. Jadwal ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan umat Islam dalam menjalankan ibadah secara tepat waktu dan akurat.






