Thursday, January 29, 2026
spot_img

Ketua Bidang Fatwa MUI Sumatera Utara, Drs H. Ahmad Sanusi Luqman LC, MA, menyampaikan pemaparan pada Muzakarah khusus Ramadan 1444 Hijriah

muisumut.or.id-Medan, Bulan suci Ramadan selalu dinantikan dan dirindukan setiap tahun oleh umat Islam. Umat Islam patut bersyukur kepada Allah SWT karena doa pada Ramadan tahun sebelumnya telah diijabah, sehingga kita masih diberikan kesempatan untuk mengalami Ramadan tahun ini. Dalam rangka meningkatkan rasa syukur, kita perlu beribadah lebih baik daripada tahun sebelumnya. Hal ini dapat dilakukan dengan berpuasa dengan penuh kesadaran, melaksanakan Qiyamullail (tarawih), membaca dan mengkaji Al-Qur’an, lebih banyak berzikir, berdoa, bersedekah, serta menjalankan ibadah-ibadah sunnah lainnya.

Sebagai bagian dari persiapan menyambut Ramadan, Rasulullah SAW selalu mengumpulkan para sahabatnya dan memberikan khutbah singkat sebagai panduan bagi umat Islam dalam menjalankan ibadah Ramadan. Dalam pertemuan tersebut, Rasulullah SAW menekankan pentingnya Tilawah Al-Qur’an dan Tadarus Al-Qur’an. Namun, masih ada sebagian umat Islam yang belum sepenuhnya memahami makna dan pentingnya Tilawah Al-Qur’an dan Tadarus Al-Qur’an, terutama selama bulan suci Ramadan.

Al-Qur’an merupakan kitab suci yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW sebagai wahyu Allah. Al-Qur’an berisi ajaran Islam yang mencakup akidah, syariah, akhlak, dan sejarah umat terdahulu. Al-Qur’an diturunkan dalam bahasa Arab, dan cara membacanya harus sesuai dengan tajwid Arab. Al-Qur’an diturunkan secara Mutawatir, yang berarti semua ayat yang datang langsung dari Allah melalui malaikat Jibril Alaihi Salam adalah benar dan dapat dipercaya.

Membaca Al-Qur’an memiliki banyak keutamaan, seperti berdialog dengan Allah, menjadi amalan terbaik setelah shalat, menjadi lambang kebaikan dan keindahan, memberikan syafa’at di akhirat, menjadi ibadah khusus bagi umat Islam, membahagiakan orang tua yang membacanya, menyelamatkan hati pembacanya, dan menjadi tanda keimanan. Membaca Al-Qur’an lebih utama daripada berzikir lainnya.

Tadarus Al-Qur’an adalah kegiatan membaca dan mempelajari Al-Qur’an secara bersama-sama oleh dua orang atau lebih. Sedangkan Tilawah Al-Qur’an adalah kegiatan membaca Al-Qur’an oleh individu tanpa melibatkan orang lain. Kedua kegiatan ini sangat dianjurkan, terutama di bulan Ramadan. Saat melakukan Tadarus Al-Qur’an, penting untuk berdiskusi dan saling belajar dengan memperhatikan aturan tajwid. Jika dalam kelompok tidak ada yang mahir membaca dengan baik, seseorang yang berpengetahuan harus mengajar dan membimbing agar kesalahan dalam bacaan dapat diperbaiki.

Sebelum melakukan Tadarus Al-Qur’an, perlu ditetapkan aturan dan peraturan yang harus diikuti oleh semua peserta. Beberapa aturan yang dapat ditetapkan antara lain:

Kedisiplinan waktu: Tentukan jadwal rutin untuk melakukan Tadarus Al-Qur’an. Sepakati waktu yang nyaman bagi semua peserta agar dapat berkumpul dan beribadah secara teratur.

Memilih surah atau juz: Setiap kali melakukan Tadarus, tentukan surah atau juz yang akan dipelajari bersama. Hal ini membantu peserta untuk fokus dan memahami dengan mendalam ayat-ayat yang sedang dibaca.

Memperhatikan tajwid: Perhatikan dan pelajari aturan tajwid saat membaca Al-Qur’an. Hal ini penting agar bacaan kita sesuai dengan tuntunan yang benar. Jika ada peserta yang belum menguasai tajwid, berikan kesempatan untuk belajar bersama atau mintalah bimbingan dari seseorang yang ahli dalam tajwid.

Berdiskusi dan berbagi pemahaman: Setelah membaca, berikan waktu untuk berdiskusi tentang ayat-ayat yang telah dibaca. Diskusikan makna, hikmah, dan pelajaran yang dapat diambil dari setiap ayat atau surah yang dipelajari. Hal ini membantu meningkatkan pemahaman dan memperdalam pengalaman belajar bersama.

Menjaga suasana yang tenang dan khusyuk: Pastikan tempat Tadarus Al-Qur’an memiliki suasana yang tenang, nyaman, dan terhindar dari gangguan. Matikan perangkat elektronik yang dapat mengganggu konsentrasi, seperti ponsel atau televisi. Dalam suasana yang tenang, kita dapat lebih fokus dalam memahami dan menghayati ayat-ayat yang dibaca.

Menghormati pemimpin Tadarus: Jika ada seseorang yang bertindak sebagai pemimpin Tadarus, hormati dan ikuti petunjuk yang diberikan. Hal ini membantu menjaga ketertiban dan memastikan semua peserta berjalan seiring dalam pelaksanaan Tadarus Al-Qur’an.

Menjaga kebersihan dan kehormatan Al-Qur’an: Pastikan Al-Qur’an dalam keadaan bersih dan dijaga dengan baik. Jangan meletakkan barang-barang di atasnya, dan hindari membawanya ke tempat yang tidak layak. Jika Al-Qur’an rusak atau kotor, segera perbaiki atau bersihkan dengan cara yang sesuai. Dengan menjalankan aturan dan peraturan tersebut, Tadarus Al-Qur’an dapat dilaksanakan secara tertib, memberikan hikmah, serta memberikan manfaat yang maksimal bagi semua peserta. Semoga dengan melaksanakan Tadarus Al-Qur’an secara rutin dan teratur, umat Islam dapat semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT, meningkatkan pemahaman agama, serta mengamalkan ajaran-ajaran yang terkandung dalam Al-Qur’an (Yogo Tobing)

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

4,203FansLike
3,912FollowersFollow
12,200SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles