muisumut.or.id-Medan, 28 September 2023 – Aula MUI Sumatera Utara menjadi saksi gelaran diskusi berbobot yang membahas peran pemuda Islam dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) dan Pemilihan Legislatif (Pileg) tahun 2024. Diskusi ini mempertimbangkan peluang dan tantangan yang akan dihadapi oleh pemuda Islam dalam bingkai politik mendatang.
Dalam pemaparannya, DRS. ZULKARNAEN SITANGGANG, MA membahas tajam mengenai PELUANG DAN TANTANGAN PEMUDA ISLAM DALAM PILPRES DAN PILEG PADA PEMILU TAHUN 2024.
Pemuda Islam memiliki peluang yang signifikan mengingat sekitar 60% pemilih yang akan datang adalah generasi milenial muda. Mereka dapat memanfaatkan era digital yang dikuasai oleh anak muda sebagai sarana untuk menyampaikan pesan dan visi politik mereka. Dalam konteks pemilih, sekitar 33,60% adalah Gen-Z (1997-2012) dan 22,85% adalah milenial (1981-1996).
Untuk mendukung kesetaraan gender, pemuda Islam harus mendorong perwakilan perempuan/pemudi Islam dalam partai politik, sesuai dengan UU No. 12 Tahun 2003 dan UU No. 10 Tahun 2008 Pasal 53 yang mengharuskan setiap partai politik memiliki calon perempuan.
Sejarah telah membuktikan bahwa pemuda Islam mampu mengubah nasib, seperti peristiwa Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1928. Oleh karena itu, penting bagi mereka untuk memahami sistem politik dan proses pemilihan umum.
Namun, ada juga tantangan besar yang dihadapi oleh pemuda Islam, termasuk apatis politik yang dialami oleh generasi Z dan milenial, ketidakpahaman terhadap pemilihan langsung, sistem multi partai, nilai-nilai fundamentalisme Islam yang perlu dikelola bijak, konflik internal di dalam partai-partai Islam, menjaga moralitas, dan sumber dana yang terbatas.
Pemuda Islam diingatkan untuk memegang teguh konsep iman dan taqwa kepada Allah SWT, istiqomah dalam menjalankan nilai-nilai Islam, berusaha maksimal sesuai dengan petunjuk dalam QS. Ar-Ra’du:11, mengutamakan pentingnya pendidikan, serta meneguhkan semangat kepemudaan dan kemajuan seperti yang diwarisi oleh pemimpin-pemimpin terdahulu.
Secara keseluruhan, pemuda Islam memiliki peran sentral dalam pemilu tahun 2024. Mereka dituntut untuk menjadi agen perubahan yang mampu berpikir kritis, berkreativitas, dan istiqomah pada nilai-nilai Islam. Dengan berpegang teguh pada nilai-nilai Islam, pemuda Islam berpotensi menjadi kekuatan penentu dalam politik Indonesia. Langkah-langkah strategis seperti berpartisipasi dalam lembaga legislatif dan memengaruhi partai politik menjadi kunci untuk mewujudkan visi politik mereka yang inklusif dan progresif. (Yogo Tobing)






