muisumut.or.id-Medan, Pada Jumat, tanggal 13 Oktober 2023, penceramah Dr. Irwansyah, M.H.I, memberikan khutbah Jumat di Masjid Ar-Rahmah Komplek MUI Sumatera Utara. Dalam khutbahnya, beliau membawa jemaah ke dalam refleksi mendalam tentang cara memandang hidup dan tantangan yang dihadapi setiap orang.
Sebagaimana tradisi, Dr. Irwansyah memulai khutbah dengan mengucapkan puji syukur kepada Allah, dan memberikan salawat kepada Nabi Muhammad SAW. Beliau menekankan pentingnya bersyukur kepada Allah atas segala nikmat yang diberikan kepada umat manusia.
Dr. Irwansyah mengawali khutbahnya dengan merasa bersyukur bahwa jemaahnya berhasil hadir dalam salat Jumat, meskipun melibatkan pengorbanan waktu yang mungkin terasa sulit. Ini adalah pengingat akan kewajiban untuk merespon panggilan Allah, bahkan jika hanya untuk waktu singkat.
Beliau kemudian mengajak jemaah untuk berselawat kepada Nabi Muhammad SAW dan mengharapkan kebahagiaan di dunia dan akhirat. Dalam khutbahnya, Dr. Irwansyah berbicara tentang masalah yang dihadapi oleh setiap individu dalam hidupnya, mulai dari keinginan kecil hingga masalah rumah tangga dan keluarga.
Beliau menjelaskan bahwa masalah adalah bagian tak terhindarkan dalam hidup setiap individu, dan setiap orang akan menghadapi tantangan yang berbeda dalam berbagai aspek kehidupan mereka, termasuk masalah pekerjaan, keluarga, dan lingkungan. Namun, cara individu menghadapi masalah tersebut dengan kerangka agama memiliki perbedaan signifikan.
Dr. Irwansyah merujuk pada pandangan Profesor Dadang Hawari yang mengatakan bahwa kebutuhan spiritual manusia hanya bisa dipenuhi melalui prinsip-prinsip dan nilai-nilai agama. Ia mencatat bahwa di Eropa, banyak orang memiliki kemapanan finansial, tetapi juga menghadapi masalah kesehatan mental dan gangguan jiwa, karena mereka cenderung menghadapi persoalan kehidupan dengan pendekatan emosional dan duniawi, tanpa memperhatikan nilai-nilai spiritual.
Penceramah menggambarkan bagaimana seseorang dapat melihat sisi positif dari situasi yang sulit, seperti dalam cerita seorang pria yang mengeluh tentang sakit asam urat. Meskipun dia merasa sakit, dia lupa bahwa kondisi itu memberinya kesempatan untuk melaksanakan ibadah dan mendapatkan nilai-nilai positif dalam kehidupannya.
Dr. Irwansyah juga menggarisbawahi bahwa rezeki tidak hanya berarti keuangan, tetapi juga mencakup kesehatan, kesempatan, dan berbagai hal yang mungkin tidak disadari sebagai rezeki. Dia memberikan contoh tentang seorang pria yang merasa tertekan karena botak, namun tidak menyadari bahwa Allah memberinya kekayaan dan kesempatan lain yang mungkin tidak dimiliki oleh orang dengan rambut panjang.
Beliau juga memberikan contoh tentang seorang pria yang mengalami masalah ban motor bocor dan bagaimana dia melihatnya sebagai peluang untuk menghindari bahaya yang mungkin akan terjadi jika ban motor tidak bocor.
Dr. Irwansyah mengajak jemaah untuk selalu bersyukur atas nikmat yang diberikan oleh Allah, dan untuk melihat sisi positif dari setiap masalah atau cobaan yang dihadapi dalam hidup. Beliau menyatakan bahwa dalam setiap persoalan, pasti ada hikmah yang dapat diambil.
Penceramah berakhir dengan mengingatkan jemaah untuk mengubah perspektif mereka terhadap masalah dan hidup mereka, dan untuk selalu mencari nilai positif di balik tantangan yang dihadapi. Khutbah ini memberikan pengajaran yang mendalam tentang pentingnya bersyukur dan menjalani hidup dengan pemahaman agama yang kuat. (Yogo Tobing)






