muisumut.or.id-Medan, Dalam suasana yang penuh kesedihan, MUI Sumut dengan berat hati menerima kabar duka tentang kepergian “Opung Ihsan” sapaan akrab dari Muhammad Ihsan Nasution, mantan Pegawai MUI Sumut. Pada hari Senin, 5 Juni 2023, almarhum meninggal dunia pada pukul 02.00 dini hari di RS. Madani Medan.
Muhammad Ihsan Nasution, yang telah mengabdikan sebagian besar hidupnya dalam berbagai peran di MUI Sumut, merupakan sosok yang sangat terlibat dalam organisasi tersebut selama waktu yang panjang. Dalam sebuah wawancara dengan Drs. Ahmad Darwis, Kepala Sekretariat MUI Sumut, terungkap bahwa almarhum adalah putra dari K.H. Ahmad Nasution, yang pernah menjabat sebagai Ketua bidang dakwah Nasution di MUI Sumut.
“Sejak saat itu, Opung Ihsan ini aktif terlibat dan memberikan kontribusinya di berbagai bagian, mulai dari pegawai sekretariat, dulu namanya sekretariat dakwah, hingga terlibat dalam membantu segala macam urusan di perpustakaan”, Ungkap Drs. Ahmad Darwis.
Lebih lanjut, Drs. Ahmad Darwis juga menyampaikan bahwa Muhammad Ihsan Nasution adalah sosok pekerja keras, jujur, dan bertanggung jawab terhadap tugas-tugasnya. “Opung Ihsan tidak mau lari dari tanggung jawabnya, beliau semaksimal mungkin untuk bisa memberikan kontribusinya di MUI Sumut”, kenang Drs. Ahmad Darwis.
Setelah memberikan pengabdiannya dalam MUI Sumut selama waktu yang cukup lama, Muhammad Ihsan Nasution memasuki masa pensiun setelah Idul Fitri 1444.
Berita duka ini juga menyinggung usia almarhum yang kini telah berusia 63 tahun. Jenazah beliau dikebumikan setelah salat Zuhur di Pemakaman Mandailing Sei Mati, Medan. Tampak ramai keluarga dan kerabat yang memberikan penghormatan terakhir di alamat duka yang terletak di Jln. Pelita II No. 112, Medan.
Kepergian Muhammad Ihsan Nasution meninggalkan duka yang mendalam bagi keluarga, kerabat, serta rekan-rekan seperjuangannya di MUI Sumut.
Meskipun beliau telah mengakhiri masa tugasnya sebagai pegawai MUI Sumatera Utara, melalui narasi ini, kami keluarga besar MUI Sumatera Utara masih tetap menghormatinya sebagai keluarga. Pensiunnya beliau tidak mengurangi penghargaan dan kenangan kami terhadap jasa-jasa kebaikannya.
Dalam doa kita, semoga Allah SWT mengampuni segala dosanya, menerima amal ibadahnya, dan menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan untuk menghadapi cobaan ini, serta mendapatkan rahmat dari Allah. (Yogo Tobing)






