Monday, February 2, 2026
spot_img

Perjalanan Seorang Anak Petani Mengejar Mimpi

Roy Ismail Gajah, mahasiswa PTKU MUI SUMUT utusan MUI Pakpak Bharat.

Nama saya Roy Ismail Gajah, lahir di Lae Marempat pada tanggal 24 April 2000. Saya merupakan anak kedua dari dua bersaudara. Ayah saya bernama Nasrun Gajah dan ibu saya bernama Sarma Bancin. Saya dibesarkan di sebuah desa yang tidak terlalu besar, dekat dengan pegunungan yaitu di Desa Malum. Saya dibesarkan dalam keluarga yang penuh kasih sayang dan didorong untuk mengejar pendidikan yang tinggi. Selama masa kecil saya hobi yang paling saya sukai ialah menyanyi baik itu lagu-lagu daerah maupun religius. Ketika hendak menyelesaikan pendidikan dasar, saya bermaksud melanjutkan pendidikan ke tingkat SMP atau Tsanawiyah di salah satu pondok pesantren yang berada di Kabupaten Dairi. Di sana, saya menuntut ilmu selama enam tahun hingga menyelesaikan pendidikan SMA atau Aliyah pada tahun 2018.
Setelah lulus dari pendidikan menengah aliyah, saya mendaftar ke beberapa universitas di Padang dan Pekanbaru. Namun, karena belum ada jalan rezeki yang terbuka, saya tidak berhasil lulus di universitas tersebut. Hal ini menyebabkan saya mengalami periode di mana saya tidak melanjutkan pendidikan selama setahun penuh dan menjadi pengangguran tanpa arah dan tujuan yang jelas. Selama periode tersebut, saya mendapatkan banyak pengalaman tentang betapa pahitnya menjalani kehidupan dan seberapa sulitnya mencari uang untuk sesuap nasi. Namun, hal itu tidak sebanding dengan perjuangan yang telah dirasakan oleh kedua orang tua, yang telah membesarkan saya sejak lahir hingga saat ini. Itulah juga yang mendorong saya untuk terus mengejar ilmu, agar saya dapat membuat kedua orang tua saya bahagia.
Pada tahun 2019, saya memutuskan untuk mengabdikan diri di pondok pesantren tempat saya dibesarkan. Selain mengabdikan diri di sana, saya juga bekerja sebagai pengajar dan dalam berbagai pekerjaan terkait dengan kegiatan pondok. Selama dua tahun tersebut, saya memperoleh banyak pengalaman yang berharga dari pengabdian saya, salah satunya adalah pemahaman akan pentingnya pendidikan yang tinggi atau memperoleh gelar akademis. Pengalaman ini menguatkan semangat saya dalam mengejar ilmu, dan mendorong saya untuk melanjutkan pendidikan.
Pada tahun 2021, Majelis Ulama Indonesia membuka sebuah perguruan tinggi yang dikenal sebagai Pendidikan Tinggi Kader Ulama, memberikan kesempatan kepada anak-anak muda untuk mengembangkan potensi mereka sebagai ulama yang siap membela agama, bangsa, dan negara. Saya tertarik dengan visi ini, sehingga pada tahun tersebut, saya mendaftarkan diri ke perguruan tinggi tersebut. Tujuan saya adalah untuk mendalami ilmu agama dan memperluas pemahaman saya, dengan harapan dapat mengembangkan dan berbagi pengetahuan yang saya peroleh, terutama di komunitas saya sendiri di kampung halaman. Dan hingga saat ini, saya masih belajar di Pendidikan Tinggi Kader Ulama tersebut, dan pada tahun ini, saya juga akan menyelesaikan pendidikan saya tingkat D3.

 

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

4,203FansLike
3,912FollowersFollow
12,200SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles