Sunday, February 1, 2026
spot_img

Perjuangan Meraih Cita-Cita Menjadi Seorang Ulama

Jikki Madasa lingga, mahasiswa PTKU MUI SUMUT utusan MUI Dairi.

Nama saya Jikki Madasa Lingga, saya lahir pada tanggal 07 Maret 2002. Tempat lahir saya di Dusun Bunga-Bunga, Desa Batangari, Kec. Sumbul Pegagan, Kab.Dairi, Prov. Sumatera Utara. Ayah saya bernama Ilham Lingga yang berasal dari suku pak-pak dan ibu saya bernama Rosmian Nainggolan yang berasal dari suku Aceh. Saya anak ke -2 dari -9 bersaudara. Kedua orang tua saya bekerja sebagai petani/perkebun. Hobi saya adalah membaca Al-Qur’an, bermain olahraga dan membaca buku.

Ketika masih kecil, saya sering membantu orang tua di ladang. Saat berusia 7 tahun, saya mulai bersekolah di SD 030335 Batangari, yang berjarak sekitar 3 km dari rumah. Selain menuntut ilmu di sekolah, orang tua saya juga mendorong saya untuk belajar mengaji dan membantu orang lain. Saat kecil, cita-cita saya adalah menjadi polisi dan pemain bola.

Ketika berusia 12 tahun, orang tua saya memasukkan saya ke pesantren meskipun kondisi ekonomi kami sangat sulit. Awalnya, saya ragu apakah saya bisa melanjutkan sekolah di pesantren tersebut. Namun, orang tua saya terus meyakinkan saya untuk tetap bersekolah di sana. Mereka percaya bahwa dengan niat baik, Allah pasti akan membantu. Dan benar saja, janji Allah itu nyata, karena niat kami yang tulus akhirnya membawa keberkahan tersendiri.

Alhamdulliah dengan berkat izin Allah saya tamat dari pesantren tersebut kurang lebih 6 tahun lamanya dalam menuntut ilmu khususnya ilmu agama. Ketika di pesantren tersebut saya belajar ilmu agama susah senangnya telah saya dapatkan dipesantren tersebut. Pesantren tersebut mengajarkan kepada saya untuk selalu bersyukur, ikhlas, mandiri, dan lain-lain sebagainya. Ketika saya masuk pada tingkatan aliyah saya juga pernah bercita-cita sebagai dokter, maka ketika itu saya mengambil jurusan Ipa. Dan setelah tamat dari pondok tersebut saya minta izin kepada kedua orang tua saya supaya melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi, namun orang tua saya mengatakan kami tidak mampu. Maka pada waktu itu saya langsung menelpon guru saya yang berada di pondok untuk bisa bekerja mengabdi di pondok tersebut sekaligus kuliah di sekolah Tinggi Islam Dairi.

Dan alhamdulillah saya mengabdi di pondok tersebut kurang lebih satu tahun. Setelah itu kebetulan Mui SU membuka pendaftaran untuk mahasiswa baru maka ketika itu saya langsung mendaftar ke kampus tersebut. Dan ketika itu cita-cita saya berubah menjadi seorang ulama hingga saat ini dan selamanya. Setidaknya tidak bisa menjadi ulama bagi orang lain bisa jadi contoh tauladan yang baik bagi diri sendiri khususnnya dalam kedupan keluarga.

Pesan yang ingin saya sampaikan adalah jangan pernah lupa bersyukur, jangan lupa memohon kepada Allah supaya diberi yang terbaik kepada kita, jangan pernah menyerah walupun kondisi ekonomi yang begitu sulit selagi ada niat yang baik pasti Allah bantu. Lakukan apa yang bisa kamu lakukan hari ini jangan tunggu besok hari. Jangan mudah putus asa karna kita tidak tau kemudahan apa yang akan Allah beri kepada kita ketika kita sudah berusaha.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

4,203FansLike
3,912FollowersFollow
12,200SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles