muisumut.or.id Medan, 10 April 2025 — Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Sumatera Utara, melalui Bidang Penelitian, Pengkajian, dan Pengembangan, merumuskan sejumlah rekomendasi strategis dalam rangka memperkuat peran ulama dan tokoh masyarakat guna menyongsong Indonesia yang maju, sejahtera, makmur, dan berkeadilan.
Hal tersebut disampaikan langsung oleh Prof. Dr. Fachruddin Azmi, M.A., dalam forum proceeding pengkajian bertajuk “Peran Strategis Ulama dan Tokoh Menyongsong Indonesia Maju, Sejahtera, Makmur dan Berkeadilan.”
Menurut Prof. Azmi, ulama memiliki tanggung jawab moral dan peran sentral dalam membentuk arah peradaban umat dan bangsa. “Ulama bukan hanya penjaga akidah dan moralitas umat, tetapi juga harus menjadi motor perubahan sosial yang progresif dan solutif,” tegasnya.
Empat Rekomendasi Strategis
Dalam forum tersebut, Prof. Azmi memaparkan empat aspek utama yang menjadi fokus rekomendasi kebijakan MUI Sumut:
1. Penguatan Kualitas Umat
Prof. Azmi menekankan pentingnya pembaruan pemikiran Islam yang progresif sebagai penggerak transformasi sosial. Ia juga menyoroti perlunya sikap responsif terhadap isu-isu kontemporer seperti lingkungan hidup, pemanasan global, keadilan ekonomi, HAM, isu TKI/TKW, gender, kemiskinan, dan digitalisasi.
“Selain itu, peran Pusat Tarjih dan Kajian Ulama (PTKU) di seluruh kabupaten/kota perlu ditingkatkan, dan ulama harus menjadi teladan dalam memperkuat persatuan umat,” imbuhnya. Ia juga mengingatkan tentang perlunya pengawasan terhadap konten keagamaan yang bersifat ekstrem dan konservatif sempit.
2. Penguatan Sosial Budaya
Di bidang sosial budaya, MUI Sumut mendorong penguatan pendidikan dan pelatihan bagi generasi muda, birokrat, tokoh masyarakat, serta wakil rakyat. Budaya literasi dan publikasi juga menjadi sorotan penting untuk memperluas jangkauan gagasan ulama ke tengah masyarakat.
“Moralitas dan spiritualitas bangsa harus dibina sejak dini. Untuk itu, MUI siap bekerja sama dengan pemerintah dalam pemberian beasiswa dan kaderisasi cendekiawan Muslim,” ujar Prof. Azmi.
3. Pemberdayaan Ekonomi dan Kesejahteraan Umat
Dalam aspek ini, Prof. Azmi menekankan pentingnya sinergi dengan berbagai pihak untuk mengembangkan sektor UMKM, meningkatkan solidaritas sosial, dan memperkuat masyarakat ekonomi syariah.
“Kami ingin membangun kesadaran halal dan ekonomi produktif umat agar menjadi pondasi kemandirian dan kesejahteraan jangka panjang,” ucapnya.
4. Penguatan Nilai Kebangsaan dan Kenegaraan
Terakhir, Prof. Azmi menyoroti pentingnya peran ulama dalam meredam isu politik yang memecah belah umat. Ulama diharapkan aktif mengawal Pilkada agar berjalan damai, jujur, adil, dan bebas dari tekanan.
“Selain memberi masukan kepada calon kepala daerah, MUI juga akan mengawal implementasi kebijakan publik pasca-Pilkada,” tuturnya. Ia menambahkan pentingnya menyamakan metode pemikiran (taswiyatul manhaj) serta strategi penguatan agama (ad-din), umat (ummah), dan negara (daulah).
Penutup
Prof. Azmi mengajak seluruh elemen bangsa, khususnya para ulama dan tokoh agama, untuk bersinergi dengan pemerintah dan masyarakat dalam menghadirkan wajah Indonesia yang religius, harmonis, dan berkeadilan.
“Ini bukan hanya tentang masa depan umat Islam, tapi tentang masa depan Indonesia secara keseluruhan,” pungkasnya.






