muisumut.or.id.,Medan, Selasa 19 Agustus 2025 – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Sumatera Utara menerima silaturrahim Yayasan Tahfidz Sulaimaniyah di ruang rapat Komisi Fatwa MUI Sumut. Pertemuan berlangsung hangat dengan pembahasan seputar pengelolaan wakaf di Sumatera Utara.
Ketua Umum MUI Sumut, Dr. H. Maratua Simanjuntak, menyampaikan apresiasi atas kiprah Yayasan Sulaimaniyah yang telah berkontribusi nyata di Indonesia, khususnya di Medan dan Aceh.
“Saya sudah dua kali berkunjung ke Sulaimaniyah di Turki, yaitu pada tahun 2019 dan 2025. Saya sangat bahagia dan senang karena Sulaimaniyah hadir di Indonesia dengan banyak berbuat kebaikan, termasuk pembangunan di Medan dan Aceh,” ungkapnya.
Dalam kesempatan itu, Dr. Maratua juga menekankan pentingnya tata kelola wakaf yang profesional.
“Saya khawatir dengan masalah wakaf di Sumut dan Indonesia, yakni kebiasaan malas mencatat. Padahal ibadah lain tercatat rapi. Setiap masjid pada hakikatnya adalah wakaf, tetapi rumah sakit haji yang sudah difatwakan wakaf belum bisa dikuasai karena tidak ada surat. Dulu memang wakaf jarang dibuatkan surat dan tidak menimbulkan masalah, tapi sekarang banyak yang bermasalah. Semoga kehadiran Sulaimaniyah membawa semangat baru dalam mengelola wakaf demi kepentingan umat,” tambahnya.
Sementara itu, Pimpinan Ponpes Sulaimaniyah Sumatera Abi Murad Kara Yildirim menegaskan komitmen lembaga dalam menjaga amanah umat melalui sistem pengelolaan yang transparan dan akuntabel.
“Setiap transaksi yang kami lakukan selalu ada perbandingan dan bukti. Selain itu, legalitas wakaf harus memenuhi syarat dengan kejelasan pewakif. Prinsip kehati-hatian inilah yang selalu kami jaga,” jelas Buya Murad.
Sejarah kehadiran Sulaimaniyah di Medan bermula pada tahun 2013 ketika Ustadz Salman pertama kali hadir dan berinteraksi dengan masyarakat. Sejak saat itu, kiprah yayasan semakin berkembang dengan membina para penghafal Al-Qur’an serta mendirikan berbagai lembaga pendidikan.
Adapun visi Yayasan Tahfidz Sulaimaniyah adalah “Mencetak generasi muda penghafal Al-Qur’an yang menerapkan Al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari guna mendapatkan Ridha Ilahi.”
Misinya adalah mengajarkan ilmu keislaman berpaham Ahlu Sunnah wal Jamaah yang seimbang dengan ilmu umum, membentuk ulama intelektual teladan, serta menyiapkan kader hafidz dan hafidzah masa depan yang siap menyebarkan Islam Rahmatan lil Alamin ke seluruh penjuru dunia.
Pertemuan silaturrahim ini diakhiri dengan doa bersama, penuh harapan agar sinergi antara MUI Sumut dan Yayasan Tahfidz Sulaimaniyah semakin memperkuat dakwah dan pendidikan Islam di Sumatera Utara.






