Medan, muisumut.or.id, Ahad 21 September 2025 – Prof. Dr. Basyaruddin, M.S., menyampaikan tausiyah dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus pembukaan kajian rutin alumni PTKU MUI Sumut, Ahad (21/9/2025) di Aula MUI Sumatera Utara.
Dalam ceramahnya, Prof. Basyaruddin menegaskan bahwa kehadiran Nabi Muhammad SAW membawa rahmat bagi seluruh alam, sebagaimana ditegaskan dalam Al-Qur’an. Rahmat tersebut, katanya, bukan hanya untuk umat Islam, melainkan juga bagi non-Muslim dan seluruh makhluk di muka bumi.
“Untuk orang beriman, rahmat itu berupa hidayah, ampunan, dan ketenangan. Sementara bagi orang kafir, rahmat itu berupa penundaan azab serta kesempatan untuk bertobat. Bahkan bagi alam semesta, rahmat itu hadir dalam bentuk keteraturan dan keseimbangan,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menyoroti sejarah kejayaan Islam pada abad pertengahan. Saat itu, umat Islam mampu menggabungkan kedalaman agama dengan perkembangan ilmu pengetahuan. Namun, kemunduran terjadi ketika ulama kehilangan semangat, umat jauh dari pemahaman agama, dan ilmuwan terjebak sekularisme.
“Islam akan membawa umatnya pada kemenangan jika benar-benar diamalkan. Tantangan kita sekarang adalah bagaimana menjaga semangat itu agar tidak luntur,” ujarnya.
Prof. Basyaruddin juga menekankan pentingnya menjaga akhlak, baik kepada Allah, kepada diri sendiri, maupun kepada sesama manusia. Menurutnya, lemahnya akhlak dapat mendatangkan azab, sebagaimana banyak dicontohkan dalam Al-Qur’an.
“Jangan hanya membaca Al-Qur’an, tapi tidak mengamalkan. Akhlak adalah kunci utama. Tanpa akhlak, ilmu tidak bernilai dan amal pun kehilangan maknanya,” tegasnya.
Di akhir tausiyah, ia mengapresiasi langkah alumni PTKU MUI Sumut yang mengadakan kajian rutin sebagai wadah untuk memperkuat keilmuan dan pengabdian. “Semoga kegiatan ini terus berlanjut, melahirkan ulama-ulama muda yang berwawasan luas, berakhlak mulia, dan membawa rahmat bagi masyarakat,” pungkasnya.






