Medan, muisumut.or.id 27 April 2025 — Muzakarah Ilmiah Komisi Fatwa yang berlangsung pada Ahad, 27 April 2025 pukul 09.00–12.00 WIB. Acara ini menghadirkan narasumber Prof. Dr. Fakhruddin Azmi, M.A., yang membawakan materi bertajuk “Urgensi Silaturrahmi dalam Membentuk Karakter Islami”.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Ketua MUI Sumut K.H Dr Arso Mag, Ketua Bidang Fatwa MUI Sumut Drs.Sanusi Lukman Lc, MA, serta Direktur PTKU Prof.Hasan Baksti Nasution M.A., bersama para ulama dan tokoh masyarakat lainnya.
Silaturrahmi: Fondasi Pembentukan Karakter Bangsa
Dalam paparannya, Prof. Dr. Fakhruddin Azmi menegaskan bahwa silaturrahmi bukan sekadar tradisi sosial atau seremoni tahunan seperti halal bi halal pasca Ramadhan semata, melainkan merupakan inti dari sistem sosial Islam yang strategis untuk menciptakan kehidupan damai dan rukun di tengah masyarakat.
Beliau mengutip berbagai ayat Al-Qur’an dan hadits Nabi Muhammad SAW tentang pentingnya membangun hubungan harmonis antar sesama manusia sebagai pondasi nation character building—pembentukan karakter bangsa—yang berlandaskan nilai-nilai islami seperti pemaafan, kebersamaan dan penghormatan terhadap sesama.
“Silaturrahmi adalah kunci menjaga keutuhan NKRI serta ketahanan nasional,” tegasnya di hadapan peserta muzakarah.
Ragam Bentuk Silaturrahmi & Relevansi Halal Bi Halal
Prof.Fakhruddin memaparkan setidaknya sembilan bentuk silaturrahmi mulai dari berjabat tangan hingga tolong-menolong saat bencana maupun membangun solidaritas sosial secara kolektif demi terciptanya suasana rukun dan produktif di lingkungan masyarakat.
Tradisi halal bi halal menurut beliau juga sangat relevan sebagai sarana mempererat tali persaudaraan sekaligus meningkatkan ketaqwaan serta pendidikan karakter islami baik di lingkungan keluarga maupun institusi formal seperti lembaga pendidikan atau perusahaan.
Karakter Islami: Akhlakul Karimah Sebagai Tujuan Akhir
Mengutip pemikiran para ahli termasuk Ki Hajar Dewantara hingga Thomas Lickona tentang konsep moral knowing-feeling-behavior (pengetahuan-sikap-perilaku), Prof.Fakhruddin menekankan bahwa karakter islami sejati adalah akhlakul karimah—perpaduan antara pikiran jernih, perasaan luhur dan tindakan nyata sesuai ajaran Islam.
Ia juga merujuk hasil penelitian mutakhir terkait tradisi halal bi halal yang terbukti efektif membentuk individu berkarakter mulia dengan kesadaran moral tinggi serta memperkuat ukhuwah islamiyah (persaudaraan umat Islam).
Penutup: Melestarikan Esensi Silaturrahmi untuk Peradaban Mulia
Di akhir materinya, Prof.Dr.Fakhruddin Azmi mengajak seluruh peserta untuk terus melestarikan esensi silaturrahmi agar nilai-nilai luhur tetap hidup dalam kehidupan sehari-hari demi terwujudnya insan taqwa teladan kebaikan menuju negeri adil makmur diridhai Allah SWT. Acara muzakarah ditutup dengan diskusi interaktif seputar implementasi fatwa-fatwa aktual terkait penguatan karakter bangsa melalui pendekatan spiritualitas Islam berbasis silaturrahim lintas generasi dan profesi.






