Medan, muisumut.or.id 4 Maret 2025 – Menjelang waktu berbuka puasa, Majelis Ulama Indonesia Sumatera Utara (MUI SU) menggelar ceramah Ramadan dengan tema “Menjadi Pribadi yang Lebih Baik dengan Berpuasa.” Ceramah yang disampaikan oleh Prof. Dr. H. Asmuni, MA., Sekretaris Umum MUI Sumatera Utara, ini berlangsung pada Selasa, 4 Ramadan 1446 H.
Dalam ceramahnya, Prof. Dr. H. Asmuni menekankan bahwa puasa Ramadan bukan sekadar menahan lapar dan haus, tetapi juga sebagai sarana pembentukan kepribadian yang lebih bertakwa. Ia mengutip firman Allah dalam Surah Al-Baqarah ayat 183, yang menegaskan bahwa tujuan utama puasa adalah menjadikan umat Islam lebih bertakwa.
“Puasa merupakan ibadah yang membentuk pribadi yang lebih baik. Ketakwaan berarti melaksanakan semua perintah Allah dan menjauhi segala larangan-Nya. Jika kita berhasil menjalankan puasa dengan baik, maka kita akan menjadi manusia yang lebih saleh dan berakhlak mulia,” ungkapnya.
Ganjaran Berlipat di Bulan Ramadan
Lebih lanjut, Prof. Asmuni mengutip hadis riwayat Muslim, yang menyebutkan bahwa amal kebajikan di bulan Ramadan akan dilipatgandakan hingga 700 kali lipat. Hal ini menjadi keistimewaan bulan suci, di mana setiap ibadah yang dilakukan memiliki nilai yang jauh lebih besar dibandingkan bulan lainnya.
“Di bulan Ramadan ini, kita diberikan kesempatan untuk memperbanyak amal saleh, seperti shalat tarawih, membaca Al-Qur’an, tadarus, dan berbagi takjil. Semua ini akan diganjar pahala yang berlipat-lipat oleh Allah SWT,” jelasnya.
Prof. Asmuni juga mengingatkan bahwa salah satu keutamaan Ramadan adalah pengampunan dosa, sebagaimana disebutkan dalam hadis:
“Siapa yang menjalankan Ramadan dengan penuh keimanan dan keikhlasan, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.”
Ia menegaskan bahwa ibadah di bulan Ramadan tidak hanya terbatas pada shalat malam atau puasa, tetapi mencakup segala bentuk amal baik yang dilakukan dengan niat yang tulus.
Puasa dan Kesehatan Mental serta Spiritual
Dalam ceramahnya, Prof. Asmuni juga membahas manfaat puasa dari perspektif kesehatan dan psikologi. Ia mengutip pemikiran Ibnu Sina, seorang dokter Islam terkemuka, yang menekankan bahwa puasa dapat meningkatkan kecerdasan intelektual (IQ) dan kecerdasan emosional (EQ).
“Puasa melatih kita untuk mengendalikan hawa nafsu dan emosi. Dengan berpuasa, kita belajar sabar, disiplin, dan lebih peka terhadap lingkungan sekitar. Ini adalah latihan mental dan spiritual yang luar biasa,” katanya.
Ia juga menyinggung penelitian modern yang menunjukkan bahwa membaca Al-Qur’an dapat memberikan dampak positif bagi kesehatan mental dan keseimbangan emosional. Oleh karena itu, ia mengajak umat Islam untuk memperbanyak membaca dan merenungkan isi Al-Qur’an selama bulan Ramadan.
Menjadi Pribadi yang Lebih Baik
Sebagai penutup, Prof. Asmuni mengajak jamaah untuk menjadikan Ramadan sebagai momentum perbaikan diri.
“Jangan sia-siakan kesempatan ini. Mari kita manfaatkan Ramadan untuk meningkatkan kualitas ibadah, memperbaiki akhlak, serta memperbanyak amal kebaikan. Dengan begitu, kita bisa menjadi pribadi yang lebih baik, tidak hanya di bulan Ramadan, tetapi juga di bulan-bulan berikutnya,” tutupnya.
Ceramah ini mendapat sambutan positif dari jamaah yang hadir, yang terlihat semakin antusias dalam menjalankan ibadah Ramadan dengan penuh kesadaran dan keikhlasan.






