muisumut.or.id-Tapanuli Selatan, Pusat inkubasi syariah MUI Sumut menggelar seminar nasional yang bertajuk “Seminar Nasional Pemberdayaan UMKM Menuju Kebangkitan Ekonomi Syariah” pada Sabtu, (11/3) di Gedung Pabrik Kopi Terpadu Pesantren Darul Mursyid, Tapanuli Selatan. Dalam ucapan sambutannya, Ketua PINBAS MUI Sumut, Putrama Alkhairi, menekankan bahwa membangkitkan perekonomian umat menjadi tanggung jawab bersama. Dia menyatakan bahwa tidak mampu mewujudkan tema hari ini tanpa kerja sama dan sinergi yang kuat. Oleh karena itu, Putrama mengajak narasumber dan peserta untuk memberikan ide dan berkolaborasi guna mendorong kemajuan umat
“Kami Pinbas MUI Sumut, tidaklah mungkin bisa mewujudkan tema hari ini jika tidak bersinergi, makanya kami memerlukan ide-ide dari para narasumber dan para peserta sehingga kita bisa berkolaborasi untuk umat,” ucap Putrama.
Pembukaan seminar nasional ini dilakukan oleh Prof. Dr. Asmuni, MA yang mewakili Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Utara. Dalam pidatonya, Prof. Asmuni menegaskan bahwa seminar ini sangat krusial karena perekonomian umat harus terus didorong dan diperjuangkan. Umat Islam harus memiliki kekuatan ekonomi yang cukup sehingga persaudaraan di antara sesama muslim semakin kuat.
Dalam acara tersebut, Direktur Pinbas MUI Pusat, Azrul Tanjung, juga hadir sebagai pembicara. Dalam pidatonya, Azrul Tanjung mengajak untuk memperhatikan dengan serius pengembangan ekonomi umat.
Penerapan redistribusi aset di Indonesia menjadi suatu upaya untuk mencegah akumulasi kekayaan yang hanya terpusat pada segelintir individu dan kelompok. Menurut Azrul, hal tersebut untuk memastikan agar seluruh umat dapat menikmati keuntungan dari sumber daya ekonomi.
“Pada kenyataannya, mayoritas umat Islam masih tergolong minoritas dalam hal kepemilikan aset dan penguasaan ekonomi, yang menunjukkan adanya ketidakadilan dalam distribusi kekayaan di Indonesia,” Ucap Azrul Tanjung.
Sebagai direktur Pinbas, Azrul memiliki tekad untuk memanfaatkan potensi kopi yang dihasilkan oleh wilayah pegunungan tempat berdirinya Pesantren Darul Mursyid, sehingga kopi tersebut dapat diangkat ke level internasional. Saya ingin bagaimana memajukan desa ini dibidang kopi, saya akan mencoba dan berusaha untuk membawakan kopi di desa Simanosor ini ke ranah Internasional.
Selain Azrul tanjung, Seminar nasional ini juga menghadirkan Sekretaris Jenderal MUI Pusat Dr. Amirsyah Tambunan untuk menjadi narasumber. Dr. Amirsyah mengungkapkan bahwa Dari segi teori, ekonomi syariah kita memiliki banyak potensi yang sangat besar. Bukti nyata dari potensi tersebut adalah rilis ratusan fatwa oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) dalam rangka mengembangkan ekonomi syariah. Hal ini menjadi solusi yang sangat efektif dalam menghadapi berbagai krisis ekonomi yang mungkin terjadi. Oleh karena itu, pengembangan ekonomi syariah dapat menjadi pilihan yang tepat dan menjanjikan bagi masyarakat dalam mencapai kemandirian ekonomi dan mengurangi ketergantungan pada sistem ekonomi konvensional. Secara teologi, Islam punya kekuatan, Allah menyuruh kita untuk berniaga, belajar untuk bagaimana berniaga yang halal lagi baik.
Dalam praktik dan strategi, Dr. Amirsyah menambahkan, kita masih mengalami keterbelakangan yang signifikan. Kita mengalami kesulitan untuk bersatu karena kekurangan yaitu kepentingan individualistik yang lebih diutamakan daripada kepentingan bersama.
Selain itu, Dr. Amir mengungkapkan bahwa dalam rangka meningkatkan ekonomi syariah, terdapat tiga faktor kunci yang harus dipertimbangkan, yaitu kekuatan manusia, kekuatan sosial, dan kekuatan sumber daya alam. Jika ketiga faktor ini dapat disinergikan dengan baik, maka akan mungkin bagi kita untuk meningkatkan kesejahteraan umat melalui pengembangan ekonomi syariah. Oleh karena itu, diperlukan upaya kolaboratif dari berbagai pihak untuk menciptakan lingkungan yang mendukung dan memfasilitasi pengembangan ekonomi syariah yang berkelanjutan.
Selain Azrul Tanjung dan Dr. Amirsyah Tambunan, seminar nasional ini juga mengundang Kepala Bank Indonesia Sibolga yaitu Yuliansyah Andrias yang membahas perihal “Kebijakan Pengembangan UMKM dan Ekonomi Syariah Bank Indonesia”. Setelah pemaparan dari ketiga narasumber tersebut, acara seminar kemudian di isi oleh CEO Pesantren Darul Mursyud Ja’far Syahbuddin Ritonga yang memaparkan tentang “Succes Story dalam mengembangkan bisnis.”
Di akhir acara, Pinbas MUI Sumut memberikan plakat kepada para narasumber. Kegiatan seminar nasional ini juga ditayangkan secara live di kanal YouTube MUI Sumut Tenda Besar Umat Islam. (YT)






