Muhammad Imron Alfaridzi Julmi, mahasiswa PTKU MUI SUMUT utusan MUI Asahan.
Assalamua’laikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Latar belakang keluarga
Saya Mhd Imron Alfaridzi Julmi lahir di Kisaran,Jln. Merpati,Kab. Asahan, Kec. Kisaran Timur. Saya lahir pada tanggal 18 Oktober 1999 yang merupakan anak ketiga dari 5 bersaudara.. dari garis keturunan Ayah saya, saya merupakan keturunan China, kakek saya adalah seorang Mualaf dari Negeri China yang berhijrah ke Indonesia, Nama kakek saya ketika sesudah masuk Islam bernama Abdul Wahab. Dahulu cerita dari orang tua tentang kakek saya, kakek saya pergi dari rumah/China untuk pergi ke Indonesia, kakek saya Mualaf ketika sudah Indonesia dan menetap selamanya di desa Gambir Baru Kisaran, setelah beberapa tahun kakek saya tinggal di kampung tersebut beliau masih merasa terasingkan di karenakan ada garis keturunan China, orang-orang dari zaman sekarang sampai sekarang masih sama memandang orang China tidak baik (Negatif) padahal tidak semua orang China seperti itu semua, kemudian saya pernah bertanyak lagi kepada orang tua saya kenapa Ayah gak memakai marga Tan lagi? Di karenakan apabila ada marga kita dan itu bermarga China maka sulit untuk membuat surat-surat kantor lurah. Itulah penyebab orang tua saya perlahan-lahan menghilangkan marga Tan-nnya. Kemudian Ayah saya bernama Juliono Tan dan Ibu saya bernama Suparmi, saya dari keluarga yang sederhana yang mengharap kebahagiaan dan keridhaan dari Allah Swt di Dunia dan dan di Akhirat.
Pendidikan
Saya Tk di Darul Ulum Asahan yang dulu itu perjuangan Ayah saya sangat besar kepada Anak-anaknya, saya selalu di antar jemput dengan menggunakan sepeda. Kemudian SD saya di Kisaran juga yang bernama SD Negeri 018452, SMP di Negeri 1 Kisaran dan selanjutnya saya melanjutkan di Smk 10 Muhammdiyah Kisaran. Kemudian setelah saya tamat dari Smk saya tidak niat langsung untuk melanjutkan kuliah di tempat kuliah-kuliah umum tetapi saya sangat berniat untuk mondok di Asrama seperti menghafal Al-Qur’an, kemudian beberapa bulan kemudian saya pergi sendiri merantau ke Medan dari Kisaran untuk ujian Tahfidz di satu Ma’had yang bernama Ma’had Abu Ubaidah bin Al-Jarrah, Alhamdulillah berkat do’a orang tua saya beberapa bulan kemudian saya di telpon dam saya di terima di Ma’had Abu Ubaidah Bin Al-jarrah dan saya menghafal selama 2-3 Tahun lebih, motivasi saya menghafal Al-Qur’an di karenakan saya melihat di Tv Hafidz-hafidz kecil yang cerdas. Setelah saya selesai menghafal Al-Qur’an saya berlanjut untuk belajar ke PTKU (Pendidikan Tinggi Kader Ulama), perjuangan saya untuk masuk di PTKU sangat berat, di karenakan nama saya ketika itu tidak ada dalam nama-nama kelulusan tersebut tetapi dengan ijin Allah, saya di telpon oleh pihak PTKU untuk kuliah di sana dan saya bersyukur kepada Allah dapat memberikan kesempatan kepada saya untuk memperdalam Ilmu Agama Allah ini.
Pesan-pesan dan Motivasi
Untuk menjadi orang yang berhasil/sukses di hari yang akan datang, harus membutuhkan do’a dan usaha yang sungguh-sungguh, karna apa, tidak ada orang yang sukses itu tanpa perjuangan oleh karena itu saya sebagai orang yang sederhana, saya ingin melihat orang tua saya bahagia di dunia dan di akhirat, dan saya berusaha untuk mencapai semua itu dengan usaha dan do’a kedua orang tua saya. Kemudian pesan pesan dan motivasi saya lagi yaitu apabila kita memiliki satu atau lima bersaudara maka ada di antara saudara-saudara kita itu minimal ada satu orang yang memperdalam Ilmu Agama Islam jadi tanamkan di hati kita bersama bahwa kita sendiri itulah yang berusaha keras untuk menuntut Ilmu Agama Islam kita ini, dan satu lagi pesan saya jangan memandang semua orang China itu tidak baik (Negatif).
Assalammua’laikum Warahmatullahi Wabarakatuh.






