muisumut.or.id, Medan Begitulah suatu ketentuan Allah Swt, tepat pukul 10.00. wib, 18/9 -2020, Jumat berkah, dari studio Kedai Wakaf MUI SU Jalan Majelis Ulama 3 Medan, siaran perdana televisi streaming Majelis Ulama Indonesia Provinsi Sumatera Utara, mengumandang keudara. “ Alhamdulillah berkat izin Allah SWT, siaran perdana televisi streaming MUI Sumut mengudara dari studio KedaiWakaf (KEWA) “ ungkap syukur Dr.H. Akmal Syahputra M.Hum, tampak begitu ceria selaku pengagas keberadaan siaran streaming MUI Sumut.
Kegiatan Konsultasi Hukum yang disiarkan melalui chanel Youtube sebelumnya sudah disiarkan melalui channel Youtube namun belum memiliki tempat, dengan adanya studio ini Konsultasi Hukum menjadi kegiatan perdana di studio Kewa MUI Sumut. Konsultasi hukum yang berjudul “Bagaimana Wakaf Produktif di Praktekkan di KedaiWakaf MUI Sumut“ dengan pemandu Dr.Mustafa Kamal Rokan dan nara sumber Dr.H Akmaluddin Syahputra M.Hum, dosen bidang hukum UINSU, bersama tenaga operator dan kamera dari mahasiswa PTKU Mulyo Ponco dan kawan kawan di bawah bimbingan Bapak Suyato.
Akmal Syahputra selaku direktur KEWA MUI SU yang juga sekretaris Komisi Fatwa MUI SU, mengkisahnya kelahiran televisi steraming MUI SU, secara panjang lebar yang peresmiannya, Sabtu 12/9 lalu oleh Direktur Pinbas MUI Pusat, bersamaan dengan pelantikan PINBAS MUI SU cabang Sumatera Utara.
Menurutnya ide berdirinya penyiaran ini tidak lain dari musibah covid -19 yang melanda dunia, termasuk di Sumut. Betapa tidak selama ini muzakarah rutin MUI SU lewat komisi fatwa dilaksanakan secara terbuka dan harus terhenti karena covid- 19. Untuk melaksanakan muzakarah agar terus berlanjut dengan dilakukannya muzakarah lewat media sosial. Sehingga MUI terus bisa memberikan pencerahan dan pelayan kepada umat. Ternyata ini mendapat sambutan. Akhirnya dilakukan pula muzarah secara live streaming. “ Disinilah hikmah dari covid -19 dan Alhamdulillah berjalan sukuses berdirinya siaratan streaming ” tuturnya.
Selanjutnya mengingat kehadiran laboratorium interpreneurship milik PTKU yang berawal dari CSR Bank Sumut dan wakaf umat Islam, Akmal berfikir, tidak salahnya wakaf umat tersebut dikembangakan lewat media sosial dengan mendirikan suatu siaran komunikasi lewat layar HP. Kita kembangkan wakaf umat ini lewat sisi komunikasi “ paparnya.
Akmal Syahputra yang kini telah dikurnia beberapa orang anak, terus melakukan terobosan sedikit demi sedikit untuk melengakapi peralatan penyiaran dan akhir berdirlah studio yang lokasinya di areal Kedai Wakaf MUI SU.
Ditambahkan Akmal Syahputra, bahwa dipilihnya topik Bagaimana Wakf Produktif Dipraktekkan di Kedaiwakaf MUI Sumut pada siaran perdana ini, tidak lain keberadaan streaming, lahir dari rahim wakaf, sehingga dengan wakaf kita dapat mengetahui makna dari wakaf untuk amal zariah bagi setiap muslim. Tagline KedaiWakaf adalah “Kami Memudahkan Anda Berwakaf” Ada 4 Jenis wakaf yang bisa dipilih disini, pertama Wakaf Abadi, Kedua wakaf Berjangka, ketiga belanja sambil berwakaf, dan saat ini diresmikan wakaf yang keempat menonton sambil berwakaf. Dengan mengikuti chanel youtube MUI Sumut disamping kita akan mendapat pencerahan juga mendapat amal jariah karena hasil dari monetisasi sepenuhnya akan menjadi wakaf produktif yang akan dikembangkan. KedaiWakaf MUI Sumut berkeinginan menghimpun dana wakaf produktif sebanyak banyaknya untuk dikembangkan sehingga kita mampu meendirikan rumah sakit yang siapapun bisa mendapat pelayanan dengan gratis.
Ia menjelaskan disebutnya televisi streaming adalah langkah untuk mendirikan TV MUI Sumut nantinya sehingga dapat dinikmati umat dengan layar TV . Untuk itu ia meminta doa restu umat islam agar televisi untuk akan muncul ditengah umat “ Ayo kita bangun umat ini lewat memperbanyak komunikasi dalam meningkatkan silaturrahim agar umat ini lebih bersatu dan menjadi kuat “ ajaknya dan ikut canel yuotube, untuk mengikuti perkembangan MUI SU “. (Husni.AS.)






