Saturday, February 7, 2026
spot_img

Sidang Isbat Awal Dzulhijah 1444 H: Kemenag Tetapkan Idul Adha 1444 H Jatuh pada 29 Juni 2023

muisumut.or.id-Jakarta, Kementerian Agama (Kemenag) telah mengumumkan bahwa 1 Dzulhijah 1444 Hijriyah akan jatuh pada hari Selasa, 20 Juni 2023. Penetapan awal bulan Dzulhijah ini menandakan bahwa Hari Raya Idul Adha 1444 H akan dirayakan pada hari Kamis, 29 Juni 2023.

Wakil Menteri Agama (Wamenag) Zainut Tauhid Sa’adi menyatakan, “Sidang isbat telah mencapai kesepakatan bahwa tanggal 1 Dzulhijah tahun 1444 Hijriyah jatuh pada hari Selasa, 20 Juni 2023.” Ia juga menambahkan, “Dengan demikian, Hari Raya Idul Adha 1444 H akan dirayakan pada tanggal 29 Juni 2023.”

Menurut Wamenag, keputusan ini diambil berdasarkan dua alasan. Pertama, laporan Direktur Urusan Agama Islam (Urais) menyatakan bahwa ketinggian hilal di seluruh Indonesia telah berada di atas ufuk, tetapi masih berada di bawah kriteria imkanur rukyat yang ditetapkan oleh MABIMS (Menteri Agama Malaysia, Brunei Darussalam, Indonesia, dan Singapura).

Dalam laporannya, Direktur Urais Kemenag Adib menjelaskan bahwa berdasarkan data yang dikumpulkan oleh Tim Hisab Rukyat Kemenag, ketinggian hilal di seluruh wilayah Indonesia berkisar antara 0° 11,78′ hingga 2° 21,57′. Dengan sudut elongasi antara 4,39° hingga 4,93°.

Wamenag menjelaskan bahwa posisi hilal di Indonesia saat ini belum memenuhi Kriteria Baru MABIMS yang menetapkan bahwa bulan dapat terlihat secara astronomis jika memiliki ketinggian minimal 3 derajat dan elongasi minimal 6,4 derajat.

Alasan kedua adalah Kemenag telah melakukan pemantauan atau rukyatul hilal di 99 titik di Indonesia. Wamenag menyatakan, “Dari 34 provinsi yang telah kita tempatkan pemantau hilal, tidak ada satu pun dari mereka yang melihat hilal.”

Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengimbau umat Islam untuk saling menghargai dan menghormati perbedaan dalam menyikapi penentuan Hari Raya Idul Adha 1444 H/2023 M. Ketua MUI Bidang Pendidikan dan Kaderisasi, KH Abdullah Jaidi, menjelaskan bahwa perbedaan ini terjadi karena metode perhitungan melalui hisab dan rukyat.

Kiai Abdullah Jaidi menjelaskan bahwa menurut perhitungan hisab, ketinggian hilal pada 18 Juni 2023 adalah lebih dari 1 derajat, sehingga hilal sudah terlihat. Oleh karena itu, 1 Dzulhijjah jatuh pada Senin, 19 Juni 2023, berdasarkan metode ini. Menurut hisab, 10 Dzulhijjah atau Hari Raya Idul Adha 1444 H/2023 M akan dirayakan pada tanggal 28 Juni 2023. Namun, menurut metode rukyat, 10 Dzulhijjah atau Idul Adha 1444 H/2023 M akan dirayakan pada tanggal 29 Juni 2023.

Kiai Abdullah Jaidi juga menyatakan bahwa kemungkinan besar Hari Raya Idul Adha 1444 H di Arab Saudi akan jatuh pada tanggal 28 Juni 2023. Hal ini disebabkan karena kemungkinan hilal sudah terlihat pada 18 Juni 2023 di wilayah Arab Saudi, sehingga 1 Dzulhijjah 1444 H dimulai pada Senin, 19 Juni 2023.

Dalam menghadapi perbedaan ini, kiai Abdullah Jaidi menekankan bahwa umat Islam harus saling menghargai dan menghormati hasil dari sistem penentuan melalui metode hisab dan rukyat.

Sidang isbat awal Dzulhijah 1444 H yang diadakan di Auditorium HM Rasjidi Kantor Kemenag dihadiri oleh perwakilan Mahkamah Agung, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), serta Duta Besar dari negara sahabat. Turut hadir juga perwakilan dari Badan Informasi Geospasial (BIG), Bosscha Institut Teknologi Bandung (ITB), Planetarium, pakar falak dari ormas-ormas Islam, lembaga dan instansi terkait, pimpinan ormas Islam, serta Pondok Pesantren. (Yogo Tobing)

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

4,203FansLike
3,912FollowersFollow
12,200SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles