Saturday, February 7, 2026
spot_img

Tanaman Hidroponik Jadi Primadona di Bazar UMKM Peringatan Muharram 1446 H

Medan, muisumut.or.id – Dalam rangka memeriahkan peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1446 Hijriah, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Utara mengadakan bazar UMKM selama dua hari, dari Ahad hingga Senin, 7-8 Juli 2024. Bazar yang berlangsung di pelataran Kantor MUI Sumut ini menampilkan berbagai produk unggulan dari para pelaku UMKM, namun tanaman hidroponik atau urban farm milik Pusat Pengembangan Wakaf Produktif (P2WP) MUI Sumut menjadi primadona.

Tanaman hidroponik yang dipamerkan dan dijual di bazar ini menarik perhatian pengunjung dengan kualitasnya yang tinggi dan harga yang terjangkau. Sayuran segar dijual dengan harga hanya Rp 5.000, sementara bibit daun seledri dan daun mint juga sangat diminati oleh pengunjung. Direktur P2WP, Akmaluddin Syahputra, menyatakan komitmennya untuk terus memajukan bisnis wakaf produktif di MUI Sumut.

“Kami berkeinginan untuk terus memajukan bisnis wakaf produktif di MUI Sumut. Insya Allah, ke depan kita akan mengembangkan bisnis wakaf ini di luar kompleks MUI Sumut,” ujar Akmaluddin.

Urban farm milik MUI Sumut yang berlokasi di lantai 4 gedung Pendidikan Tinggi Kader Ulama (PTKU) memiliki 6.600 lubang tanam. Program urban farming ini tidak hanya bertujuan untuk menyediakan sayuran segar dan sehat bagi masyarakat, tetapi juga memberdayakan wakaf produktif sebagai sumber ekonomi yang berkelanjutan.

Selain tanaman hidroponik, P2WP juga mengakomodir UMKM yang tergabung dalam “Komunitas 99 UMKM”. Dalam komunitas ini, telah tergabung 19 UMKM yang menawarkan berbagai produk, mulai dari kerajinan peci, aksesoris, makanan ringan, minuman, hingga sabun. Keberagaman produk yang ditampilkan semakin menambah semarak bazar dan memberikan banyak pilihan bagi pengunjung.

Para pengunjung bazar terlihat antusias dengan berbagai produk yang ditawarkan. Salah satu pengunjung, Siti, mengatakan bahwa ia sangat tertarik dengan tanaman hidroponik karena selain segar, juga mudah untuk ditanam di rumah. “Saya membeli bibit daun seledri dan daun mint karena praktis dan bisa ditanam di pekarangan rumah. Harganya juga sangat terjangkau,” kata Siti.

Bazar UMKM yang diselenggarakan oleh MUI Sumut ini tidak hanya menjadi ajang promosi produk, tetapi juga sebagai sarana untuk memperkenalkan inovasi pertanian modern kepada masyarakat. Tanaman hidroponik yang ditampilkan oleh P2WP menjadi contoh nyata bagaimana teknologi pertanian bisa diterapkan untuk menghasilkan produk berkualitas dengan biaya terjangkau.

Manager Urban Farm MUI Sumut, Adil Ritonga, SH, menyatakan bahwa urban farm ini juga menjadi wadah pelatihan kewirausahaan bagi pelajar, mahasiswa, dan pemuda/i Islam. “Melalui program pelatihan kewirausahaan ini, kami berharap dapat membekali generasi muda dengan keterampilan yang berguna untuk masa depan mereka, serta mendorong mereka untuk berkontribusi dalam pengembangan ekonomi syariah,” ujar Adil Ritonga.

Dengan adanya dukungan dan partisipasi aktif dari masyarakat, diharapkan bisnis wakaf produktif seperti yang dikembangkan oleh P2WP MUI Sumut dapat terus berkembang dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi umat. Kegiatan bazar ini juga menjadi momentum untuk mengingatkan pentingnya menjaga dan mengembangkan wakaf produktif sebagai sumber kesejahteraan bersama.

Related Articles

Stay Connected

4,203FansLike
3,912FollowersFollow
12,200SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles