Sunday, February 1, 2026
spot_img

Tidak Masalah Darimana Anda Berasal Yang Penting Adalah Kemana Anda Akan Pergi

Sahmana Abdullah Siregar, mahasiswa PTKU MUI SUMUT utusan MUI Padang Lawas.

Nama saya Sahmana Abdullah Siregar. Lahir di Tanjung Morang, 10 November 2000. Dimana Tanjung Morang ini adalah sebuah desa di Kabupaten Padang Lawas, desa ini sangat jauh dari perkotaan. Saya adalah anak dari Pasangan Samsul Siregar dan Rinawati Nasution. Saya terlahir dari keluarga yang sangat sederhana pada masa itu, ayah saya hanya seorang petani, sedangkan ibu saya seorang Ibu Rumah Tangga dan selalu ikut bekerja bersama bersama ayah saya. Sejak kecil saya sudah merasakan yang namanya mandiri selalu diajari dengan kesederhanaan dan diajari tentang bertutur kata kepada orang lain. Karena di desa kami masih kental dengan adatnya, selain itu juga waktu kecil ayah saya mengajari dan menyuruh saya untuk belajar agama ( mengaji) walaupun ayah saya bukan tokoh Agama dan bukan orang yang paham kali tentang agama, makanya ayah saya pengen kali menjadi orang yang sukses dan paham agama.
Setelah saya berumur 7 Tahun, saya memulai Pendidikan di SDN 0911 Tanjung Morang, kec. Huristak, Kab. Padang Lawas, Sumatera Utara. Dalam masa pendidikan SD saya tidak sama dengan kawan-kawan yang lain, karena harus berdagang tinggal di kampung bersama Abang waktu itu dia sudah SMP. Karena ayah sama ibu saya tinggal di kebun, jarak dari kampung ke kebun lumayan sangat jauh karena waktu itu belum ada kendaraan kami, setiap hari Sabtu pulang sekolah kami berangkat dari kampung ke kebun untuk menjumpai ayah dan ibu untuk melepas rindu dan menghabiskan libur akhir pekan di kebun. Kemudian setelah lulus SD dan melanjutkan pendidikan antara mau ke SMP atau Pesantren, setelah beberapa Minggu kemudian ayah saya membawa saya ke SMP dan mendaftar di SMP tersebut. Setelah beberapa Minggu kemudian waktunya masuk sekolah tapi saya tidak mau masuk sekolah karena saya ingin sekolah ke Pesantren beberapa Minggu terlewatkan dan tidak masuk sekolah adalah tetangga saya yang mau masuk ke pesantren dan disitulah saya minta ikut sekolah ke Pesantren dan ayah saya menyetujui saya masuk pesantren. Disitulah terbit dalam hati saya mungkin Allah sudah mentakdirkan saya masuk pesantren, yang mana nama Pesantrennya Pondok Pesantren Syekh Ahmad Daud, yang terletak di desa Gunung Tua Julu di Kabupaten Padang Lawas Utara. Mulai dari SD saya memang adalah salah satu siswa yang berprestasi baik dalam akademik dan bidang olahraga sampai di Pesantren juga saya termasuk siswa yang berprestasi mulai dari Mts sampai Aliyah. Di pesantren saya juga pernah menjadi ketua organisasi pesantren yaitu menjadi ketua Umum.
Setelah lulus dari pesantren saya ingin melanjutkan ke perguruan tinggi salah satu di Sumatera Utara, dan saya mendaftar di UIN SU sebelum masuk ke UIN SU semua berkas diminta selain berkas yang wajib diisi disitu juga diminta sertifikat prestasi, waktu di pesantren saya pernah juara III umum penammatan santri kelas empat IV, juara II cerdas cermat antara santri, juara I puisi antara santri, juara II pidato bahasa Indonesia antara santri dan juara II umum Penammatan Santri kelas VII. Setelah selesai pendaftaran dan ujian beberapa bulan kemudian keluarlah hasil ujian Alhamdulillah saya lulus di UIN SU Fakultas Syariah dan Hukum jurusan Hukum keluarga Islam ( Akhwalussyahsiah) . Saya kuliah di UIN SU sampai 3 Semester karena belajar online saya kurang tertarik apalagi waktu itu dikampung saya susah jaringan disitu saya tidak semangat belajar, beberapa hari kemudian saya dapat kabar dari abang kelas saya bahwa PTKU MUI SU membuka penerimaan Mahasiswa Baru angkatan 2021-2024 . Saya mendapatar dan ikut ujiannya dua bulan kemudian keluarlah pengumuman Alhamdulillah saya lulus utusan dari Kabupaten Padang Lawas dan saya meninggalkan kuliah yang di UIN SU karena di PTKU MUI SU Beasiswa, mulai dari tempat tinggal disediakan, makan ditanggung, kitab belajar dan ruangan yang ber AC dan masih banyak lagi. Di PTKU saya banyak dapat ilmu, pengalaman yang sangat luar biasa yang tidak pernah saya rasakan sebelumnya dan berjumpa dengan orang-orang hebat yang bisa memotivasi saya menjadi orang sukses kedepannya.

Sampai sekarang saya tidak pernah lupa nasehat orang tua saya : pade- pade ho amang nasikolai ulang dirasoi ho songon hamion.

Ayahanda pondok pesantren pun pernah bernasehat kepada Kami santrinya: Pade ho Amang ingot Tuhan.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

4,203FansLike
3,912FollowersFollow
12,200SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles