muisumut.or.id, Medan – 12 Juli 2025, Dalam momentum Puncak Peringatan Muharram 1447 H, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Sumatera Utara, berkolaborasi dengan Yayasan Hufaz Centre dan Gadika Mandiri Islam Travel, menyerahkan hadiah umrah kepada yakni imam masjid, bilal mayit laki-laki, bilal mayit perempuan, dan alumni terbaik Pendidikan Tinggi Kader Ulama (PTKU) MUI Sumut.
Hadiah diberikan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi luar biasa mereka dalam pelayanan umat Islam, khususnya di daerah-daerah marginal, dan dalam profesi yang sering luput dari perhatian.
1. Yahya – Dai Minoritas Muslim di Kabupaten Karo
Yahya, berdomisili di Desa Sugihen, Kecamatan Juhar, Kabupaten Karo, telah berdakwah sejak tahun 2016 di wilayah minoritas Muslim. Ia dikenal sebagai bilal jenazah, guru mengaji, khatib, dan nazir masjid yang mengabdikan dirinya tanpa pamrih. Dengan menetap di rumah nazir masjid, Yahya juga membina kegiatan dakwah di empat desa binaan: Sugihen, Sukababo, Nageri, dan Batu Mamak.
Gaji dari profesinya sebagai guru agama PNS di SD Negeri 040577 Kutagerat pun turut digunakan untuk membiayai kegiatan dakwah, termasuk menyenangkan hati anak-anak dan remaja agar mereka mau belajar agama dan meramaikan masjid.
2. Muhammad Azizi – Imam Masjid dan Pembina Tahfiz di Batubara
Muhammad Azizi, seorang imam masjid asal Desa Pahlawan, Kecamatan Tanjung Tiram, Kabupaten Batubara, telah lebih dari 10 tahun mengabdi sebagai imam masjid dan pengajar Al-Qur’an. Ia membina program tahfiz, tilawah, dan pelatihan bilal jenazah. Dahulu, Azizi juga pernah berdakwah di Desa Seberaya, Kecamatan Tiga Panah, Kabupaten Karo, dan berhasil mengembalikan puluhan keluarga yang sebelumnya murtad kembali ke Islam.
Meski belum memiliki tempat tinggal sendiri, dan masih menumpang, Azizi tetap istiqamah mengabdi. Ia menempuh pendidikan hingga pascasarjana yang dibiayai oleh jamaah masjid di Medan, dan mengabdikan ilmunya sepenuh hati di daerah-daerah yang membutuhkan.
3. Rismawati MS, S.Ag – Bilal Mayit Perempuan dari Medan
Rismawati MS, S.Ag, warga Jalan Garu III, Kecamatan Medan Amplas, merupakan bilal mayit perempuan yang memulai peran sosialnya sejak 2018. Awalnya ia hanya membantu seorang bilal lansia dalam menyelenggarakan fardhu kifayah di lingkungan sekitar tanpa pamrih, bahkan tanpa tahu bahwa pekerjaan itu mendapatkan honorarium.
Atas usulan warga dan STM, Rismawati diangkat resmi sebagai bilal mayit tahun 2022 dan menerima honor dari Pemerintah Kota Medan sejak 2024. Lulusan Universitas Al-Washliyah (UNIVA) Medan ini tinggal menumpang di rumah mertuanya dan terus mengabdi dengan penuh keikhlasan, meski di tengah keterbatasan ekonomi bersama suami dan dua anaknya.
4. Alfi Syahri Dalimunte, S.Pd – Alumni PTKU MUI Sumut
Alfi Syahri Dalimunte, S.Pd, sebagai salah satu alumni terbaik PTKU MUI Sumut, turut menerima hadiah umrah. Ia menyampaikan rasa syukur mendalam atas penghargaan yang diterimanya. “Saya sangat bersyukur atas pemberian hadiah ini, terutama kepada DP MUI Sumut, Pimpinan Gadika Mandiri Islam Travel, serta seluruh donatur yang telah dengan ikhlas memberikan hadiah yang tak pernah saya bayangkan ini,” ujarnya.
Penghargaan atas Ketulusan Mengabdi
Ketua Umum MUI Sumatera Utara menyampaikan bahwa penghargaan ini merupakan bentuk nyata apresiasi kepada mereka yang berjuang di garis depan dakwah Islam dengan keikhlasan, ketekunan, dan kesungguhan, sering kali tanpa sorotan.
“Hadiah umrah ini adalah bentuk penghormatan atas ketulusan mereka, dan motivasi bagi kita semua agar terus mendukung syiar Islam di mana pun berada, termasuk di wilayah minoritas,” ujarnya.






