muisumut.or.id-Tapanuli Selatan, Tim majalah media ulama MUI Sumut bertolak ke Tapanuli Selatan pada Jumat pagi (10/3). Rustam MA, pemimpin redaksi Media Majalah Ulama mengatakan bahwa Kabupaten Tapanuli Selatan salah satu daerah yang cukup menarik untuk dieksplorasi. Tempat pertama yang menjadi tujuan tim majalah media ulama adalah mengunjungi Masjid Sri Alam Dunia di Kelurahan Sipirok Godang, Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara.
Menurut pengakuan Siregar, Jamaah masjid tersebut yang pernah menjadi Ketua BKM selama 30 tahun, Masjid ini dibangun dengan semangat gotong royong masyarakat setempat pada tahun 1926.

“Ini dibangun oleh masyarakat setempat dulunya, tidak pernah saya dengar ada siapa sosok utama yang mendirikan masjid ini, sepanjang pengetahuan saya, ini hasil dari gotong royong masyarakat setempat dulunya.”
Masjid Sri Alam Dunia memiliki ciri khas yang unik, dengan ornamen arab melayu yang menawan di dalamnya. Keberadaannya menjadi saksi bisu dan bukti sejarah tentang kemegahan dan ketekunan beribadah warga setempat dari generasi ke generasi.
Siregar menambahkan, Masjid Sri Alam Dunia memiliki dimensi kurang lebih 20×20 meter dan dilengkapi dengan 6 menara atau kubah. Selain itu, terdapat 5 pintu masuk yang menandakan kepemilikan dan kebanggaan bersama antara warga setempat selama pembangunan masjid.
Ia juga menyampaikan, masjid ini dibangun oleh beberapa kelompok warga termasuk warga Hutasuhut di Kelurahan Hutasuhut, warga Desa Pangurabaan, warga Desa Bagas Lombang, warga Banjar Toba, dan warga Bagas Nagodang di lokasi pembangunan masjid.
Dulunya, jamaah memiliki tradisi untuk membunyikan gong menjelang waktu salat yang dapat di dengar sampai ke kejauhan.

“Gong yang pertama kali lebih besar dari gong ini, itu sudah hilang tidak tahu kemana, jadi dulu kami memukul gong sebelum dikumandangkannya azan”.
Hal ini bahkan menjadi patokan bagi beberapa warga yang akan menghentikan aktivitasnya untuk menunaikan shalat atau beristirahat saat waktu shalat tiba. (YT)






